kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.796.000   -3.000   -0,11%
  • USD/IDR 17.358   4,00   0,02%
  • IDX 6.957   -144,42   -2,03%
  • KOMPAS100 936   -21,42   -2,24%
  • LQ45 669   -14,80   -2,16%
  • ISSI 251   -4,43   -1,74%
  • IDX30 373   -6,79   -1,79%
  • IDXHIDIV20 458   -7,34   -1,58%
  • IDX80 105   -2,51   -2,34%
  • IDXV30 134   -2,24   -1,64%
  • IDXQ30 119   -2,51   -2,07%

Indonesia-Peru teken MoU di bidang pertanian


Senin, 07 Oktober 2013 / 16:55 WIB
ILUSTRASI. Warga berolahraga di kawasan perumahan tertutup saat penguncian, di tengah penyebaran penyakit virus corona (COVID-19), di Shanghai, China, Jumat (27/5/2022). REUTERS/Aly Song


Reporter: Dikky Setiawan | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Peru menandatangani nota kesepahaman bidang pertanian, di sela-sela KTT Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Bali, Senin.

Nota kesepahaman kerja sama bidang pertanian tersebut ditandatangani Menteri Pertanian Suswono dan Menteri Luar Negeri Peru Eda Rivas dan disaksikan oleh Presiden kedua negara.

Selain itu, Indonesia dan Peru juga menandatanagani kerja sama antara kementerian luar negeri kedua negara persetujuan dalam pengelolaan perjanjian internasional yang diitandatangani oleh Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dan Menteri Luar Negeri Peru Eda Rivas.

Penandatanganan tersebut dilakukan setelah sebelumnya mengadakan pertemuan bilateral. Saat membuka pertemuan bilateral Indonesia - Peru, Presiden Yudhoyono mengatakan, masih banyak potensi kedua negara untuk meningkatkan hubungan.

"Kita punya potensi kalau bisa disatukan dengan peluang baru, maka kerjasama kita aklan meningkat baik di bidang ekonomi dan bidang lainya," katanya.

Dalam pembicaraan tersebut tampak Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa dan Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi.

Sebelumnya, Presiden Yudhoyono menyaksikan penandatanganan rencana aksi kemitraan strategis dengan Vietnam dan Papua Nugini. (Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×