kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45921,46   1,15   0.12%
  • EMAS1.343.000 -0,30%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

India Jadi Titik Terang di Tengah Ketidakpastian Global, BI Ingin Perkuat Kerja Sama


Jumat, 01 Desember 2023 / 06:37 WIB
India Jadi Titik Terang di Tengah Ketidakpastian Global, BI Ingin Perkuat Kerja Sama
ILUSTRASI. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo


Reporter: Bidara Pink | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah prospek perekonomian global yang masih temaram, Bank Indonesia (BI) melihat ada secercah cahaya yang datang dari India. 

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan, negara India memiliki prospek ekonomi yang baik, sehingga Indonesia perlu memperkuat kerja sama dengan negara anak benua. 

Kerja sama yang dimaksud adalah, baik kerja sama perdagangan maupun kerja sama investasi. 

Baca Juga: BI Teken Nota Kesepahaman Penggunaan QRIS Lintas Batas dengan Uni Emirat Arab

“Karena, global makin terpolarisasi. Jadi, koordinasi kerja sama perdagangan dan investasi yang biasanya dengan Amerika Serikat (AS), China, dan Eropa, kini perlu juga menggalang dengan India karena ini bright spot,” terang Perry, Rabu (29/11) di Jakarta. 

Dalam laporan Pertemuan Tahunan BI 2023, BI melihat bahwa India merupakan mitra strategis Indonesia, yaitu sebagai negara tujuan ekspor terbesar ke-4 dan sumber investasi asing terbesar ke-21. 

Indonesia dan India juga memiliki struktur ekonomi yang mirip, didukung oleh pertumbuhan sektor manufktur dan perkembangan teknologi serta inovasi yang signifikan. 

Sejumlah insiiatif juga sebenarnya telah dilakukan untuk memperkuat kerja sama antara Indonesia dan India. 

Baca Juga: Suku Bunga Acuan BI Naik Jadi 6%, Permintaan Properti Dinilai Masih Stabil

Di bidang perdagangan, peningkatan kerja sama dilakukan secara bilateral maupun berdasarkan prjanjian dagang regional ASEAN-India Free Trade Agreement (FTA).

Peningkatan perdagangan bilateral keduanya, mencakup sjeumlah isu yang selama ini menghambat, antara lain soal ekspor produk ban dan fiber dari Indonesia ke India. 

Juga, important daging kerbau, otomotif, gula, dan beras dari India ke Indonesia. 

Di bidang fiskal, kerja sama Kementerian Keuangan keduanya hangat dan membahas mengenai perdagangan dan investasi dan upaya mengatasi isu pembangunan secara bersama. 

Termasuk, isu perubahan iklim dan kesehatan masyarakat. 

Baca Juga: BI Proyeksikan Nilai Transaksi Digital Banking Capai Rp 71.584 Triliun pada 2024

Di bidang kebanksentralan, BI dan Reserve Bank of India (RBI) telah meneken nota kesepahaman pada tanggal 16 Juli 2022 untuk memperdalam hubungan kerja sama. 

Ini terkait dengan pertukaran informasi serta kerja sama dalam sistem pembayaran, inovasi keuangan digital, dan kerangka peraturan dan pengawasan dalam kerangka Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU-PPT). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP) Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet

[X]
×