kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

BI Perluas Kerja Sama Mata Uang Lokal, Jajaki Vietnam, Brunei, Kamboja dan India


Selasa, 10 Oktober 2023 / 04:00 WIB
BI Perluas Kerja Sama Mata Uang Lokal, Jajaki Vietnam, Brunei, Kamboja dan India


Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) akan memperluas kerja sama penggunaan transaksi mata uang lokal atau yang dikenal dengan istilah local currency transaction (LCT). 

Setelah menggandeng Malaysia, Jepang, Thailand, China, dan meneken perjanjian dengan Korea Selatan, BI tengah membidik negara-negara lain. 

"Dengan Vietnam, Brunei Darussalam, Kamboja, dan juga dengan India. Kami akan memperkuat penggunaan mata uang lokal," terang Gubernur BI Perry Warjiyo seperti yang ada dalam kanal Youtube Bank Indonesia, Senin (9/10). 

Baca Juga: Ekonom BSI Soroti 3 Sentimen Ini yang Membayangi Inflasi September

Perry juga menegaskan, BI bertekad untuk memperkuat transaksi penggunaan mata uang lokal di regional ASEAN. 

Menurutnya, ada manfaat yang bisa dipetik dari penggunaan mata uang lokal. 

Pertama, manajemen risiko dengan diversifikasi mata uang di tengah ketidakpastian global. Sehingga, Indonesia dan negara mitra tak tergantung dengan mata uang negara perkasa. 

Kedua, menghemat biaya. Ketiga, melancarkan perdagangan dan investasi. Keempat, penggunaan LCT menawarkan pilihan aset keuangan. 

Adapun hingga saat ini atau dari Januari 2023 hingga Agustus 2023, rata-rata nilai transaksi penggunaan mata uang lokal mencapai ekuivalen US$ 4,3 miliar. 

Baca Juga: Malaysia Jadi Mitra Utama Transaksi Penggunaan Mata Uang Lokal (LCT)

Jumlah tersebut naik 54% dari periode sama tahun sebelumnya dan bahkan telah melebihi rata-rata nilai transaksi LCT di sepanjang tahun 2022 yang sebesar US$ 4,1 miliar. 

Jumlah pelaku LCT pun meningkat pesat bila dibandingkan tahun lalu. Adapun hingga saat ini sudah tercatat 2.287 pelaku atau naik dari 1.741 pelaku. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×