kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.944   -29,00   -0,16%
  • IDX 5.999   115,16   1,96%
  • KOMPAS100 778   14,20   1,86%
  • LQ45 588   9,58   1,66%
  • ISSI 208   4,74   2,33%
  • IDX30 333   5,83   1,78%
  • IDXHIDIV20 409   6,49   1,62%
  • IDX80 88   1,57   1,82%
  • IDXV30 111   2,39   2,20%
  • IDXQ30 107   1,91   1,82%

Indef: Indonesia bisa masuk zona resesi ekonomi di kuartal III-2020


Selasa, 21 Juli 2020 / 16:41 WIB
ILUSTRASI. Institute for Development of Economics and Finance (Indef) memperkirakan ekonomi Indonesia akan masuk zona resesi di kuartal III 2020.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2020 tak sesuai harapan. Pertumbuhan kuartal II-2020 pun diperkirakan negatif. Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mewanti-wanti kalau Indonesia akan masuk zona resesi.

"Di kuartal II-2020, ekonomi bisa tumbuh di kisaran negatif 3,26% hingga negatif 3,88% dalam skenario berat. Sementara pada kuartal III-2020 bisa di kisaran negatif 1,3% hingga minus 1,75% untuk skenario berat," kata  Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad, Selasa (21/7).

Tauhid menyampaikan, kemungkinan terburuk terjadinya resesi ini dengan asumsi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tidak terimplementasikan dengan cepat. Apalagi, dengan berkaca dengan kondisi sekarang, penyerapan anggaran PEN masih tergolong rendah.

Baca Juga: Aktivitas ekonomi mulai pulih, Sri Mulyani optimistis penerimaan pajak akan membaik

Saat ini dampak negatif Covid-19 semakin menggerogoti perekonoiman baik itu masyarakat, sektor usaha, industri perdagangan, pariwisata, dan lain-lain. Dengan masih adanya Covid-19, ini membuat sektor-sektor tersebut terpuruk.

Selain itu, Tauhid juga mengatakan, salah satu hal yang mampu menjadi dasar kuatnya pondasi perekonomian domestik adalah investasi. Di tengah melambatnya perekonomian global akibat pandemi ini, penanaman modal dalam negeri (PMDN) perlu dioptimalkan. Untuk itu, perlu adanya rekonstruksi arsitektur investasi padat karya.

Upaya tersebut bisa dilakukan dengan perkuat pola kemitraan strategis antara pelaku usaha besar dengan UMKM. Sambil menyelam minum air, ini juga akan mampu meningkatkan peran UMKM dan memacu perbaikan produktivitas.

Di sinilah peran Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) diperlukan. BKPM bisa menjadi salah satu daya bagi Indonesia dalam menanggulangi risiko resesi. Untuk itu, ia menyarankan agar BKPM perlu melakukan pemetaan lebih dalam terhadap distribusi investasi baik itu regional dan sektoral.

Baca Juga: Kinerja sektor perekonomian mulai bergerak positif di bulan Juni

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×