kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Indef: Ekonomi triwulan I-2017 sedikit menurun


Senin, 06 Februari 2017 / 15:21 WIB


Sumber: Antara | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati memperkirakan, pertumbuhan ekonomi triwulan I-2017 akan sedikit menurun dibandingkan triwulan IV-2016 yang mencapai 4,94 %.

Menurut Enny, penurunan pertumbuhan tersebut dipicu oleh faktor inflasi dari komponen harga ditentukan pemerintah (administered prices) akan menekan kemampuan konsumsi masyarakat.

"Komponen administered prices tekan konsumsi, sehingga pertumbuhan ekonomi triwulan I-2017 diprediksi 4,9 %," ujar Enny, Senin.

Ia menuturkan, kebijakan menaikkan harga secara serentak oleh pemerintah justru akan menekan laju konsumsi rumah tangga yang merupakan komponen utama pendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

"Seharusnya kenaikan harga untuk administered prices tidak dilakukan serentak. Akhirnya, saat ini kenaikan harga merembet ke barang-barang lain," kata Enny.

Pada Januari 2017 ini saja pemerintah telah menaikkan biaya pengurusan surat kendaraan bermotor, tarif tenaga listrik dan bahan bakar minyak, Untuk dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan, lanjut Enny, pemerintah seharusnya tidak membuat kebijakan yang memicu kenaikan harga barang.

"Tanpa adanya pengendalian pangan dan kenaikan serentak di administered price, maka dipastikan akan menekan konsumsi rumah tangga," ujarnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja mengumumkan pertumbuhan ekonomi triwulan IV-2016 mencapai 4,94 %, sehingga rata-rata pertumbuhan ekonomi sepanjang 2016 mencapai 5,02 %.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×