CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.662   35,00   0,20%
  • IDX 6.430   -111,50   -1,70%
  • KOMPAS100 847   -11,13   -1,30%
  • LQ45 643   -6,84   -1,05%
  • ISSI 222   -4,83   -2,13%
  • IDX30 357   -3,95   -1,09%
  • IDXHIDIV20 446   -3,28   -0,73%
  • IDX80 97   -1,07   -1,09%
  • IDXV30 124   -1,08   -0,86%
  • IDXQ30 115   -0,88   -0,76%

Impor naik, BPS sebut pertanda pemulihan ekonomi mulai terjadi


Rabu, 15 Desember 2021 / 16:26 WIB
ILUSTRASI. Petugas dibantu alat berat memindahkan peti kemas di Terminal peti kemas International Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara, Senin (22/11/2021). Impor naik, BPS sebut pertanda pemulihan ekonomi mulai terjadi.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Terdapat peningkatan nilai impor pada bulan November 2021. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kinerja impor pada bulan laporan sebesar US$ 19,33 miliar. 

Nilai impor ini naik 18,62% month to month (mtm) dari bulan Oktober 2021 yang sebesar US$ 16,29 miliar. Pun bila dibandingkan dengan impor pada bulan November 2020 yang pada waktu itu tercatat US$ 12,66 miliar, impor berarti meroket 52,62% year on year (yoy).

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, peningkatan impor ini tak melulu buruk. Pasalnya, peningkatan impor kali ini menunjukkan tanda-tanda ekonomi domestik yang makin baik. 

“Dari gambaran impor konsumsi, impor bahan baku/penolong, impor barang modal menunjukkan permintaan meningkat dan kapasitas produksi lebih bagus. Ini makin menunjukan pemulihan sudah mulai terjadi,” tutur Margo, Rabu (15/12) via video conference. 

Baca Juga: Neraca perdagangan November kembali cetak surplus, BPS: 19 bulan berturut-turut

Margo kemudian memerinci impor menurut penggunaannya. Impor barang konsumsi pada November 2021 tercatat US$ 2,00 miliar. Nilai ini naik 25,89% mtm dan kalau dibandingkan dengan November 2020, naik 53,84% yoy. 

Margo menambahkan, peningkatan impor barang konsumsi ini salah satunya juga dipengaruhi oleh faktor musiman, yaitu peningkatan permintaan menjelang libur Natal dan Tahun Baru. 

Kemudian impor bahan baku/penolong tercatat US$ 14,33 miliar. Bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya, nilai ini naik 16,41% mtm. Dan kalau dibandingkan dengan November 2020, impor bahan baku/penolong naik 60,49% yoy. 

Baca Juga: Ekspor Indonesia capai US$ 22,84 miliar pada November 2021, cetak rekor tertinggi

Sedangkan impor barang modal tercatat US$ 3,00 miliar. BIla dibandingkan dengan bulan sebelumnya, nilai impor barang modal naik 25,17% mtm. Dan bila dibandingkan dengan November 2020, ini naik 23,09% yoy. 

Lebih lanjut, beberapa komoditas non minyak dan gas (migas) yang mengalami peningkatan antara lain mesin dan perlengkapan mekanis (HS 84) yang naik 36,96%, mesin atau perlengkapan listrik (HS 85) naik 13,27%, besi dan baja, serta produk farmasi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×