Reporter: Siti Masitoh | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kinerja impor komoditas utama non minyak dan gas (migas) mengalami peningkatan sepanjang Januari hingga Februari 2026.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono menyampaikan, komoditas utama impor tersebut diantaranya, mesin dan peralatan mekanis impornya mencapai US$ 6,64 miliar, atau naik 31,38% dari periode sama tahun lalu.
Dari sisi volume, impor mesin dan peralatan mekanis juga meningkat mencapai 800 ribu ton atau naik 17,25% dari bulan sebelumnya, dengan kontribusi impor sebesar 17,97% terhadap total impor non migas.
Baca Juga: BPS Mencatat Impor Februari 2026 Naik 10,55% Menjadi US$ 20,89 Miliar
“Nilai impor mesin dan peralatan mekanis impornya mencapai US$ 6,64 miliar,” tutur Ateng dalam konferensi pers, Rabu (1/4/2026).
Selanjutnya, impor mesin dan perlengkapan elektrik mencapai US$ 5,66 miliar atau naik 24,53% dari periode sama tahun lalu. Volume impornya mencapai 390 ribu ton atau naik 47,32%.
Terakhir, impor plastik dan barang dari plastik mencapai US$ 1,82 miliar atau naik 6,79% dari periode sama tahun lalu. Volume impornya mencapai 1,18 juta ton, atau naik 13,62%.
Baca Juga: Surplus Dagang Diprediksi Menyempit per Februari 2026 Karena Impor Melonjak
“Januari-Februari 2026 nilai impor 3 komoditas tersebut memberikan kontribusi 38,23% terhadap total impor non migas,” tandasnya.
Sebagai informasi, total impor non migas sepanjang Januari hingga Februari 2026 mencapai US$ 36,93 miliar, atau naik 17,49% dari periode sama tahun lalu.
Baca Juga: Impor Bahan Baku/Penolong Melonjak, Manufaktur RI Menguat Pada Februari 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













