kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.168.000   165.000   5,49%
  • USD/IDR 16.776   42,00   0,25%
  • IDX 8.232   -88,35   -1,06%
  • KOMPAS100 1.139   -9,43   -0,82%
  • LQ45 813   0,48   0,06%
  • ISSI 296   -9,48   -3,11%
  • IDX30 422   3,70   0,88%
  • IDXHIDIV20 501   7,26   1,47%
  • IDX80 126   -0,89   -0,70%
  • IDXV30 136   -1,76   -1,27%
  • IDXQ30 136   1,46   1,09%

IHSG Terkoreksi, Danantara Tetap Agresif Investasi di Pasar Saham


Kamis, 29 Januari 2026 / 18:53 WIB
IHSG Terkoreksi, Danantara Tetap Agresif Investasi di Pasar Saham
ILUSTRASI. IHSG anjlok dua hari berturut-turut, namun BPI Danantara justru agresif berinvestasi. Ketahui strategi rahasia mereka dan potensi keuntungan di tengah gejolak pasar. (KONTAN/Baihaki)


Sumber: Kompas.com | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) terus mencermati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan yang terkoreksi dalam dua hari terakhir.

Pada Rabu (28/1/2026), IHSG ditutup anjlok 7,35 persen ke level 8.320,56 atau turun 659,67 poin. Tekanan berlanjut pada Kamis (29/1/2026). Indeks kembali melemah 1,06 persen atau turun 88,35 poin ke level 8.232,20.

Di tengah volatilitas pasar, Danantara memastikan tetap menempatkan dana investasi ke pasar modal. Strategi dilakukan secara agresif, sekaligus penuh kehati-hatian.

Chief Investment Officer Danantara Pandu Patria Sjahrir mengatakan, gejolak pasar tidak mengubah arah dan target investasi dalam 12 bulan ke depan. Fluktuasi jangka pendek dinilai sebagai bagian dari siklus pasar.

“Kami mungkin juga sebagai masukan, kita dari akhir tahun lalu sudah mulai masuk setiap hari ke pasar modal. Kita sudah berinvestasi. Tapi ya kami diam-diam saja,” ujar Pandu dalam Prasasti Economic Forum 2026 di Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Pandu menjelaskan, Danantara menggunakan tiga prinsip utama dalam menempatkan dana berskala besar. Prinsip itu mencakup kekuatan fundamental emiten, kecukupan likuiditas saham, serta valuasi yang menarik.

Baca Juga: Pandu Sjahrir Sentil Bank BUMN, Minta Bandingkan dengan Perbankan Global

Ketiga faktor tersebut menjadi pegangan agar penempatan dana tetap terjaga di tengah gejolak pasar.

Pandu mengakui koreksi IHSG ikut dipengaruhi penurunan kepercayaan investor. Sentimen pasar dinilai masih berpotensi berfluktuasi dalam beberapa hari ke depan. Kondisi tersebut bergantung pada kejelasan komunikasi kebijakan regulator.

“Saya rasa memang tentu akan banyak gejolak the next few days juga di pasar modal kalau tidak ada komunikasi yang pas dari regulator. Tapi saya serahkan balik ke regulator karena kami di Danantara di sini hanya sebagai partisipan di market,” paparnya.

Pandu menilai peran regulator menjadi kunci dalam menjaga stabilitas pasar. Sikap tegas dan komunikasi konsisten dinilai penting. Pasar domestik berada dalam sorotan investor institusional global, termasuk pengelola dana berbasis indeks internasional seperti MSCI.

Meski memiliki kepentingan terhadap kepercayaan pasar, Danantara menegaskan tidak mencampur peran investor dengan regulator. Fokus tetap pada pengelolaan investasi secara profesional.

“Tentunya kita concern karena kita ingin meningkatkan confidence yang ada. Namun, kita tidak bisa mencampuradukkan antara role of regulator and player. Kami mendorong regulator untuk lebih tegas dalam berkomunikasi,” pungkasnya.

Baca Juga: Tampil di WEF 2026, Danantara Indonesia Bidik Sektor Strategis Lewat Patient Capital

Danantara juga menyoroti potensi arus keluar dana asing. Capital outflow diperkirakan mencapai 25–50 miliar dollar AS atau lebih dari Rp 400–Rp 800 triliun, dengan asumsi kurs Rp 16.755 per dollar AS. Risiko muncul jika status pasar modal Indonesia turun dari pasar berkembang menjadi pasar frontier.

“Kalau untuk perubahan dari market sekarang ke frontier market, kurang lebih lebih 25-50 billion US outflow, Pak. Ya saya serahkan balik kepada regulator bagaimana mereka mau bekerja di sini,” kata Pandu.

Pandu menyebut penyetaraan status Indonesia dengan negara seperti Bangladesh, Burkina Faso, Niger, Pakistan, Senegal, dan Togo membawa konsekuensi serius bagi pasar modal domestik. Perbaikan pasar diserahkan kepada Bursa Efek Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, serta regulator terkait.

“Ada negara seperti Bangladesh, Burkina Faso, Niger, Pakistan, Senegal, Togo, Indonesia. Mungkin ini cita-cita dari regulasi, saya nggak tahu. Saya serahkan balik ke para regulator, karena ini sudah fakta,” ujarnya.

Bagi Danantara, fokus utama tetap pada investasi, termasuk di pasar saham. Kedalaman dan kualitas pasar menjadi prasyarat. Likuiditas, kesehatan pasar, serta kredibilitas dinilai krusial.

“Buat kami di Danantara, fokus kami berinvestasi. Tentu salah satunya di public market, ya kami ingin capital market yang lebih dalam,” beber Pandu.

Selanjutnya: Kinerja Merdeka Battery (MBMA) Dipengaruhi Harga Nikel, Cek Rekomendasi Sahamnya

Menarik Dibaca: 5 Pantangan saat Menghadapi Anak Tantrum, Ini Solusi agar Si Kecil Kembali Tenang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×