kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.818.000   -42.000   -1,47%
  • USD/IDR 17.130   16,00   0,09%
  • IDX 7.500   41,69   0,56%
  • KOMPAS100 1.037   8,08   0,79%
  • LQ45 746   -0,12   -0,02%
  • ISSI 272   3,24   1,21%
  • IDX30 399   -1,25   -0,31%
  • IDXHIDIV20 486   -4,46   -0,91%
  • IDX80 116   0,59   0,51%
  • IDXV30 135   0,10   0,08%
  • IDXQ30 128   -1,20   -0,93%

ICW: Pemilihan Kapolri harus dimulai dari awal


Selasa, 13 Januari 2015 / 19:32 WIB
ILUSTRASI. Bagong Suyanto, guru besar FISIP Universitas Airlangga Surabaya


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Indonesia Corruption Watch (ICW) menyambut baik langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menetapkan Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka korupsi. Hal ini membuktikan kalau kritikan yang disampaikan selama ini terkait pencalonan Budi sebagai calon Kapolri memang benar.

Wakil koordinator ICW Agus Sunaryanto berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) menarik pencalonan Budi Gunawan. Bahkan ICW menyerukan, agar pemerintah memulai kembali  awal proses pemilihan calon Kapolri dari awal. 

Dia yakin masih banyak pejabat di Kepolsian yang memiliki track record baik serta memiliki prestasi. Oleh karena itu seharusnya Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) sebagai lembaga yang membantu presiden untuk menyeleksi calon Kapolri, bisa menjaring nama-nama lain yang lebih baik.

Agus mengaku tidak memiliki rekomendasi calon Kapolri yang berkompeten. "Tentu, jika prosesnya dilakukan dengan sungguh-sungguh hasilnya akan lebih baik," ujarnya, Selasa (13/1).

ICW juga mengingatkan kepada pemerintah untuk melibatkan KPK dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) bahkan Dirjen Pajak untuk menyeleksi calon Kapolri. Institusi-institusi itu dinilai bisa mengukur rekam jejak calon Kapolri dengan objektif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×