kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

ICW: Pemilihan Kapolri harus dimulai dari awal


Selasa, 13 Januari 2015 / 19:32 WIB
ILUSTRASI. Bagong Suyanto, guru besar FISIP Universitas Airlangga Surabaya


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Indonesia Corruption Watch (ICW) menyambut baik langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menetapkan Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka korupsi. Hal ini membuktikan kalau kritikan yang disampaikan selama ini terkait pencalonan Budi sebagai calon Kapolri memang benar.

Wakil koordinator ICW Agus Sunaryanto berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) menarik pencalonan Budi Gunawan. Bahkan ICW menyerukan, agar pemerintah memulai kembali  awal proses pemilihan calon Kapolri dari awal. 

Dia yakin masih banyak pejabat di Kepolsian yang memiliki track record baik serta memiliki prestasi. Oleh karena itu seharusnya Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) sebagai lembaga yang membantu presiden untuk menyeleksi calon Kapolri, bisa menjaring nama-nama lain yang lebih baik.

Agus mengaku tidak memiliki rekomendasi calon Kapolri yang berkompeten. "Tentu, jika prosesnya dilakukan dengan sungguh-sungguh hasilnya akan lebih baik," ujarnya, Selasa (13/1).

ICW juga mengingatkan kepada pemerintah untuk melibatkan KPK dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) bahkan Dirjen Pajak untuk menyeleksi calon Kapolri. Institusi-institusi itu dinilai bisa mengukur rekam jejak calon Kapolri dengan objektif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×