kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   30.000   1,08%
  • USD/IDR 17.326   -28,00   -0,16%
  • IDX 6.957   -144,42   -2,03%
  • KOMPAS100 936   -21,42   -2,24%
  • LQ45 669   -14,80   -2,16%
  • ISSI 251   -4,43   -1,74%
  • IDX30 373   -6,79   -1,79%
  • IDXHIDIV20 458   -7,34   -1,58%
  • IDX80 105   -2,51   -2,34%
  • IDXV30 134   -2,24   -1,64%
  • IDXQ30 119   -2,51   -2,07%

Hingga Juli, realisasi belanja modal K/L hanya Rp 48,4 triliun


Senin, 26 Agustus 2019 / 18:04 WIB
ILUSTRASI. Menkeu Sri Mulyani


Reporter: Grace Olivia | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Senin (26/8), melaporkan, penyerapan belanja modal pemerintah oleh kementerian dan lembaga (K/L) masih terkontraksi hingga Juli lalu. 

Belanja modal pemerintah tercatat hanya sebesar Rp 48,4 triliun atau turun 10,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 54,1 triliun. 

Baca Juga: Selama semester I 2019, realisasi belanja negara tumbuh 7,9%

Dengan demikian, realisasi belanja modal K/L hingga akhir Juli baru memenuhi 25,6% dari pagu yang ditetapkan dalam APBN 2019 sebesar Rp 189,3 triliun. 

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, selain karena pagu yang lebih kecil tahun ini, perlambatan serapan belanja modal disebabkan oleh eksekusi kementerian dan lembaga yang terlambat. 

Menurutnya, ini juga yang memengaruhi laju pertumbuhan ekonomi dari sisi pembentukan modal tetap bruto (PMTB) alias investasi yang hanya tumbuh sebesar 5,02% sepanjang semester pertama lalu. 

“Jadi dukungan belanja pemerintah ini belum diwujudkan dalam bentuk investasi dan ini memengaruhi PMTB yang belum meningkat juga,” tutur dia.

Baca Juga: Penerimaan rendah, pemerintah perlu revisi target penerimaan pajak




TERBARU

[X]
×