kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.077   77,00   0,43%
  • IDX 5.840   -101,28   -1,70%
  • KOMPAS100 772   -13,86   -1,76%
  • LQ45 581   -8,07   -1,37%
  • ISSI 203   -2,64   -1,28%
  • IDX30 329   -5,24   -1,57%
  • IDXHIDIV20 407   -5,51   -1,34%
  • IDX80 87   -1,44   -1,63%
  • IDXV30 111   -2,14   -1,88%
  • IDXQ30 106   -1,74   -1,61%

Dolar AS Menguat, Pemerintah Bukan Opsi Barter Dagang dengan Filipina


Kamis, 04 Juni 2026 / 16:37 WIB
Dolar AS Menguat, Pemerintah Bukan Opsi Barter Dagang dengan Filipina
ILUSTRASI. Menteri Perdagangan Budi Santoso (Dok/Chelsea Anastasia)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah membuka opsi barter dalam meningkatkan perdagangan ekspor-impor bersama Filipina dalam merespons penguatan mata uang Amerika Serikat (AS). 

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut pihaknya akan melakukan pertemuan dengan pengusaha Filipina untuk membahas hal ini. 

"Kami sudah sempat bertemu dengan pengusaha Filipina pada waktu acara ASEAN, mereka juga nilai tukarnya kan kurang bagus. Maka diusulkan bagaimana kalau pakai cara barter," kata Budi dalam konferensi pers di kantornya, Kamis (4/6/2026). 

Baca Juga: Danantara Bisa Dapat Suntikan APBN, Celios: Berpotensi Bebani Negara

Budi pun mengaku telah mencari buyer di Indonesia untuk mencoba skema baru ini. Menurutnya, para pengusaha ini akan melakukan tanda tangan kontrak pada pekan depan. 

Terkait dengan komoditas apa saja yang akan menggunakan skema barter ini, Mendag belum mau membocorkan. Menurutnya nanti akan diumumkan pada tanggal 12 Juni mendatang. 

"Komoditasnya nanti tanggal 12 ya," ungkap Budi. 

Budi pun menegaskan penguatan mata uang AS ini turut berdampak baik pada kinerja ekspor di dalam negeri. 

Baca Juga: Purbaya Akan Umumkan Realisasi APBN Mei 2026 Besok, Ini Bocorannya

Budi menyebut bahwa kinerja ekspor tetap surplus mencapai 5,48% pada kuartal pertama tahun ini. 

"Artinya sebenarnya kita kondisinya masih bagus dengan kondisi sekarang ekspor kita tetap naik ya, tetap naik 5,48%," tegas Budi. 

Asal tahu saja, rupiah spot ditutup pada level Rp 18.049 per dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan Kamis (4/6/2026), melemah 0,45% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 17.967 per dolar AS. Lagi-lagi, ini adalah posisi penutupan rupiah yang terlemah sepanjang sejarah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×