kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   18.000   0,66%
  • USD/IDR 17.721   2,00   0,01%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Hingga Februari, defisit APBN 2020 mencapai Rp 62,8 triliun


Rabu, 18 Maret 2020 / 14:44 WIB
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani


Reporter: Grace Olivia | Editor: Khomarul Hidayat

Adapun, pembiayaan anggaran hingga akhir Februari 2020 mencapai Rp 112,9 triliun atau setara 36,8% dari pagu yang sebesar Rp 307,2 triliun. Pertumbuhan pembiayaan anggaran turun 43,1% yoy.

Dengan demikian, defisit APBN per Februari 2020 mencapai Rp 62,8 triliun dengan rasio defisit terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 0,37%. Defisit tersebut lebih besar dibandingkan periode sama tahun lalu yang tercatat Rp 54 triliun atau 0,34% dari PDB.

Baca Juga: Pemerintah siapkan stimulus hingga Rp 158,2 triliun sebagai amunisi lawan corona

Sementara, target pemerintah tahun ini awalnya rasio defisit terhadap PDB hanya sebesar 1,76% atau lebih kecil dari realisasi defisit tahun sebelumnya 2,2% dari PDB.

Namun, Sri Mulyani telah memproyeksikan pelebaran defisit hingga 2,5% dari PDB di akhir tahun sebagai dampak dari perlambatan ekonomi global yang signifikan.

Baca Juga: Pemerintah pertimbangkan tarik pinjaman multilateral untuk atasi wabah virus corona

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×