kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.743.000   5.000   0,18%
  • USD/IDR 18.160   110,00   0,61%
  • IDX 5.349   -246,10   -4,40%
  • KOMPAS100 699   -37,62   -5,11%
  • LQ45 532   -25,70   -4,61%
  • ISSI 185   -9,21   -4,73%
  • IDX30 302   -14,03   -4,44%
  • IDXHIDIV20 376   -16,03   -4,09%
  • IDX80 80   -4,05   -4,83%
  • IDXV30 102   -4,42   -4,14%
  • IDXQ30 98   -4,54   -4,44%

Heru Kristiyana janji perbaiki pengawasan bank


Selasa, 06 Juni 2017 / 17:17 WIB


Reporter: Ramadhani Prihatini | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Jajaran Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) segera digantikan dengan komisoner yang baru. Masih banyak tantangan di industri jasa keuangan yang harus dihadapi OJK sebagai regulator. Terlebih Kepala Eksekutif Perbankan OJK yang baru nantinya akan menghadapi banyak tantangan, apalagi perbankan sebagai salah satu tumpuan industri jasa keuangan.

Heru Kristiyana sebagai salah satu kandidat Kepala Eksekutif Perbankan OJK menyatakan, misinya sebagai calon pemimpin yang akan mengawasi dunia perbankan. Ia ingin menjadikan OJK sebagai lembaga aktif sistem keuangan dengan tujuan akhir pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. 

Jika terpilih sebagai Kepala Eksekutif Perbankan OJK, Heru mengatakan, langkah yang akan diambil yaitu pengaturan dan kontrol internal yang lebih baik agar tahan terhadap krisis ekonomi. Untuk itu perlu dibangun pilar pengawasan perbankan, meningkatkan kemampuan bank menghadapi tantangan ke depan dan internal evaluasi sumber daya manusia

"Dengan pilar pengawasan bank akan menjadikan pungutan anggaran lebih kredibel, lebih fokus kepada core function dan terminan akhir industri yang sehat dan tumbuh," kata Heru saat uji kelaikan dan kepatutan Dewan Komisioner OJK di Komisi XI DPR, Selasa (6/6).

Ia juga menjelaskan butuh dibangun pengawasan yang terintegrasi dan peningkatan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah. Dia berjanji inklusi keuangan akan dibenahi lebih baik. Perbankan tidak hanya menerima yang diperintahkan regulasi, sehingga masalah inklusi akan lebih bermanfaat tidak hanya bersifat top down.

"Kami ingin mempertajam semua itu terutama terkait pengaturan dan pengawasan tidak dibuat across abroad," papar Heru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×