kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Hati-Hati! Kenaikan Harga Minyak Dunia Jadi Ancaman Bagi Inflasi Impor


Kamis, 14 September 2023 / 12:36 WIB
Hati-Hati! Kenaikan Harga Minyak Dunia Jadi Ancaman Bagi Inflasi Impor
ILUSTRASI. Nilai tukar rupiah masih bergerak di atas Rp 15.300 per dolar Amerika Serikat (AS).


Reporter: Bidara Pink | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah masih bergerak di atas Rp 15.300 per dolar Amerika Serikat (AS). Bahkan, bila menilik data dari awal pekan hingga hari ini, Kamis (14/9), nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah 0,23%. 

Pergerakan rupiah juga menyumbang pada inflasi, yaitu dari jalur inflasi barang impor (imported inflation). 

Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengingatkan, kenaikan harga minyak bisa menjadi ancaman bagi pergerakan inflasi. 

Namun, "Sejauh ini saya melihat inflasi impor akan berada dalam kisaran fundamental," tegas David kepada Kontan.co.id. 

Baca Juga: Pelemahan Nilai Tukar Rupiah Tak Signifikan Ungkit Inflasi

Selain itu, beberapa produk tertentu mencatat harga impor barang yang relatif murah sehingga berkontribusi pada inflasi yang sesuai dengan ekspektasi. Plus, saat ini yang memengaruhi inflasi Indonesia paling banyak adalah harga yang bergerak dalam negeri, seperti pangan. 

Harga barang pokok seperti beras memang terus meningkat. Tetapi David melihat harga beras cukup stabil karena antisipasi dari pemerintah. 

"Pemerintah sudah impor beras sejak awal tahun yang kemudian menjaga pasokan beras dan kemudian menjaga harga," tutur dia. 

David pun memperkirakan, inflasi akan terus melandai dan pada September 2023 berpotensi mengarah ke 2% YoY. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×