kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45989,59   -6,37   -0.64%
  • EMAS998.000 -0,60%
  • RD.SAHAM -0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.07%

Hati-Hati! Inflasi Tinggi Bisa Kerek Jumlah Orang Miskin


Rabu, 05 Oktober 2022 / 19:20 WIB
Hati-Hati! Inflasi Tinggi Bisa Kerek Jumlah Orang Miskin
ILUSTRASI. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi September 2022 mencapai 1,17% secara bulanan. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/YU


Reporter: Bidara Pink | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi September 2022 mencapai 1,17% secara bulanan (MoM). Dengan demikian, inflasi tahunan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 5,95% MoM dan inflasi tahun kalender di level 4,84% YtD. 

Kepala BPS Margo Yuwono menyebut, peningkatan inflasi ini berpotensi menambah jumlah orang miskin di Indonesia. Namun, dengan kondisi, bila pendapatan masyarakat miskin tetap atau tidak bertambah. Dengan kata lain, besar pasak daripada tiang. 

“Kalau harga naik dan pendapatan orang miskin tidak naik, maka orang miskin akan bertambah. Jadi, orang miskin akan naik bila tidak diimbangi dengan kenaikan pendapatan,” tegas Margo saat ditemui Kontan.co.id, Senin (3/10) di kantor BPS Pusat. 

Baca Juga: Dibayangi Harga Komoditas, Inflasi dan Beban Kurs, Ini Prospek Saham Indofood (INDF)

Senada dengan Margo, Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual justru sudah melihat potensi peningkatan jumlah orang miskin di tahun 2022 karena peningkatan inflasi. Menurut perhitungannya, kenaikan jumlah orang miskin sekitar 1% hingga 2% dari basis perhitungan. 

Meski ada potensi kenaikan jumlah orang miskin, David melihat ini tak akan terlalu besar. Pasalnya, pemerintah sudah memberikan uluran tangan berupa bantuan langsung tunai (BLT) dan berbagai bantuan lain hingga akhir tahun 2022. 

“Ekspektasinya memang ada dampak terhadap angka kemiskinan yang naik, tetapi tidak signifikan karena ada buffer berupa BLT hingga akhir tahun ini,” tegas David kepada Kontan.co.id, Rabu (5/10). 

Sedangkan untuk tahun 2023, David melihat dampak inflasi ke jumlah orang miskin akan lebih minim. Ini dengan asumsi ada kenaikan upah para pekerja di awal tahun depan, sehingga daya beli tetap terjaga. 

Baca Juga: Bank Dunia: Dampak Kenaikan Inflasi Lebih Dirasakan Masyarakat Miskin

Selain itu, pemerintah juga masih memberikan jaring pengaman sosial untuk menjaga daya beli masyarakat rentan dan miskin. Namun, David juga berpesan, baiknya penggunaan dana desa diperkuat untuk menjaga daya beli masyarakat pedesaan. 

“Dana desa perlu diperkuat untuk menjaga agar masyarakat pedesaan yang berpendapatan rendah bisa dijaga daya belinya,” tandas David. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×