kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Hasil otopsi Jaya Komara keluar Rabu mendatang


Senin, 17 September 2012 / 14:20 WIB
ILUSTRASI. Petugas melayani pengurusan perizinan usaha di ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pusat di Gedung BKPM, Jakarta, Selasa (7/7/2020). Ekonom Celois pesimis Indonesia masuk peringkat 60 kemudahan investasi.


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Meskipun kepolisian telah menduga meninggalnya Jaya Komara, bos Koperasi Langit Biru di Tahanan sel Polres Tangerang kabupaten lantaran dugaan penyakit jantung. Namun polisi masih menunggu hasil resmi otopsi dari RSCM.

Kapolres Tangerang Kabupaten, Kombes Pol Bambang Priyo Andogo mengatakan pihak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo telah melakukan otopsi terhadap jenazah tersangka kasus penggelapan dan penipuan dana nasabah Koperasi Langit Biru, Jaya Komara. Sementara untuk hasilnya baru akan dikeluarkan Rabu, (19/9) esok.

"Hasil otopsi akan diberikan pada pihak kepolisian, Rabu mendatang. Nanti baru bisa diketahui penyebab tewasnya Jaya Komara di dalam sel," ucap Bambang di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (17/9).

Bambang mengatakan saat ditemukan tewas di tahanan, pihaknya memastikan tidak ditemukan bekas penganiayaan di tubuh Jaya Komara.

Sementara terkait dengan dibongkarnya makam Jaya Komara di Garut oleh pihak Istri, Bambang mengaku dirinya tidak mengetahui sama sekali. "Selama kasus ini mencuat, istri Jaya Komara yang lainnya tidak pernah muncul ke permukaan," singkat Bambang. (Tribunnews.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×