Reporter: Yuliana Hema | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menyiapkan sejumlah program prioritas untuk menopang pertumbuhan ekonomi 2026. Fokusnya mencakup sektor sosial, pangan, perumahan, serta reformasi fiskal.
Board of Advisors Prasasti Hashim Djojohadikusumo menilai sektor-sektor tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Menurutnya, kebijakan di area tersebut dapat mempengaruhi konsumsi, investasi, dan produktivitas.
“Pertumbuhan harus berkualitas, berkelanjutan, dan berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat,” ujar Hashim dalam acara Prasasti Luncheon Talk 2026 belum lama ini.
Baca Juga: Digitalisasi dan Reformasi Regulasi Jadi Penentu Daya Tarik Investasi 2026
Dia menyebut berbagai program sosial saat ini dirancang tidak hanya untuk tujuan kesejahteraan. Program tersebut juga diharapkan memberi efek pengganda bagi sektor riil.
Salah satu yang disorot adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjangkau puluhan juta penerima. Program ini dinilai akan meningkatkan permintaan bahan pangan domestik.
Menurut Hashim, distribusi pangan untuk MBG akan melibatkan petani dan peternak lokal. Skema ini dinilai dapat memperkuat rantai pasok dalam negeri.
Di sektor perumahan, pemerintah menargetkan pembangunan tiga juta rumah per tahun. Program ini ditujukan untuk mengurangi backlog hunian.
Baca Juga: Danantara Diproyeksikan Jadi Motor Investasi 2026, Kepastian Kebijakan Jadi Penentu
Hashim mengatakan sektor perumahan memiliki keterkaitan dengan sekitar 185 mata rantai industri. Dampaknya meluas ke sektor bahan bangunan, manufaktur, hingga jasa.
“Perumahan bisa menjadi motor pertumbuhan seperti yang terjadi di China,” ujar Hashim.
Di sektor pangan, dia bilang swasembada dicapai melalui intensifikasi. Pemerintah juga memangkas harga pupuk hingga 20%.
Menurutnya, selama ini kendala utama berada pada birokrasi distribusi. Rantai pasok yang panjang dinilai menekan efisiensi.
Selain itu, Hashim menyinggung pentingnya reformasi fiskal dan penegakan hukum perpajakan. Ia menilai masih terdapat potensi kebocoran penerimaan.
“Tanpa menaikkan tarif pajak, pertumbuhan bisa tembus 8% jika kebocoran ditutup,” katanya.
Selanjutnya: Penyimpanan Penuh? Ini Trik Memindahkan Video Besar ke Google Drive
Menarik Dibaca: Penyimpanan Penuh? Ini Trik Memindahkan Video Besar ke Google Drive
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
