kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   40.000   1,50%
  • USD/IDR 16.940   23,00   0,14%
  • IDX 9.100   24,29   0,27%
  • KOMPAS100 1.259   2,84   0,23%
  • LQ45 890   0,86   0,10%
  • ISSI 331   1,17   0,36%
  • IDX30 454   1,72   0,38%
  • IDXHIDIV20 537   3,62   0,68%
  • IDX80 140   0,20   0,14%
  • IDXV30 148   1,16   0,79%
  • IDXQ30 146   0,52   0,36%

Danantara Diproyeksikan Jadi Motor Investasi 2026, Kepastian Kebijakan Jadi Penentu


Senin, 19 Januari 2026 / 10:18 WIB
Danantara Diproyeksikan Jadi Motor Investasi 2026, Kepastian Kebijakan Jadi Penentu
ILUSTRASI. Logo Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Danantara kembali digadang-gadang menjadi motor baru penggerak investasi nasional pada 2026. Namun, efektivitas peran kendaraan investasi negara ini tetap sangat bergantung pada kepastian kebijakan dan kecepatan eksekusi proyek di lapangan.

Pemerintah menargetkan realisasi investasi sebesar Rp 2.100 triliun pada 2026, naik 8,74% dibandingkan capaian 2025 yang mencapai Rp 1.931,2 triliun. 

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai target tersebut masih realistis untuk dicapai, meski dibayangi sejumlah tantangan, baik dari dalam negeri maupun eksternal.

Baca Juga: Danantara Bakal Injeksi Likuiditas ke Pasar Modal, Ini Saham yang Bisa Dilirik

Menurut Josua, dorongan investasi tahun ini akan lebih banyak berasal dari penanaman modal dalam negeri (PMDN), seiring mulai aktifnya Danantara melakukan investasi sejak Oktober lalu. 

Kehadiran Danantara dinilai berpotensi memperkuat basis investasi domestik, terutama untuk proyek-proyek strategis jangka panjang.

Meski begitu, Josua menegaskan tantangan utama pemerintah bukan sekadar menarik minat investor, melainkan memastikan kepastian regulasi dan percepatan implementasi kebijakan. 

Ia menilai ketidakpastian aturan dan lambatnya eksekusi proyek menjadi faktor yang paling dihindari investor. 

“Pemerintah sendiri menegaskan bahwa investor paling tidak menyukai ketidakpastian. Karena itu, eksekusi kebijakan menjadi kunci,” ujar Josua kepada KONTAN, akhir pekan lalu.

Baca Juga: Danantara Akan Menaruh 80% Investasi di Dalam Negeri

Tekanan juga datang dari sisi global. Arus investasi dunia masih tertahan oleh ketegangan perdagangan, tingginya biaya pinjaman, serta ketidakpastian geopolitik yang belum sepenuhnya mereda. Kondisi ini membuat persaingan antarnegara dalam menarik investasi asing semakin ketat.

Karena itu, Josua menilai penguatan PMDN perlu diimbangi dengan strategi menarik penanaman modal asing (PMA). Ia menekankan pentingnya koordinasi yang solid antara Danantara dan Kementerian Investasi dan Hilirisasi. 

Dalam skema ini, Danantara diharapkan berperan sebagai mitra strategis sekaligus pendalaman kelayakan proyek, sementara Kementerian Investasi tetap memegang kendali pada aspek perizinan dan kepastian regulasi.

Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani menyatakan aktivitas investasi Danantara telah berjalan efektif sejak Oktober. 

Pada 2026, Danantara akan meningkatkan porsi investasinya di berbagai sektor strategis. “Kami akan berinvestasi lebih banyak lagi di tahun 2026, baik di bidang kesehatan, hilirisasi, kimia, dan sektor-sektor lainnya,” kata Rosan.

Baca Juga: Tips Investasi Theodora V. N. Manik: Tidak Buru-Buru Investasi Tanpa Pahami Risiko

Rosan juga menambahkan, pertumbuhan PMDN tidak hanya ditopang oleh peran Danantara, tetapi juga oleh perbaikan iklim usaha, terutama kemudahan perizinan dan akses pembiayaan. 

Ia optimistis investor domestik akan semakin agresif menangkap peluang investasi seiring meningkatnya kepercayaan terhadap kondisi ekonomi dan iklim usaha di dalam negeri.

Selanjutnya: Harga Minyak Stabil, Protes di Iran yang Mereda Menurunkan Peluang Serangan AS

Menarik Dibaca: Promo Starbucks Hari Ini 19 Januari, Nikmati 2 Kopi Favorit Hanya Rp 55 Ribu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×