kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Harga Telur Ayam Meroket, Ikappi Desak Pemerintah Siapkan Langkah Strategis


Kamis, 18 Mei 2023 / 13:47 WIB
ILUSTRASI. IKAPPI mendesak pemerintah agar menyiapkan langkah strategis terkait kenaikan harga telur di pasaran.KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) mendesak pemerintah agar menyiapkan langkah strategis terkait kenaikan harga telur ayam di pasaran. 

Sekretaris Jenderal DPP IKAPPI, Reynaldi Sawijwan melaporkan bahwa kenaikan harga telur sudah terjadi sejak beberapa minggu terakhir. 

Berdasarkan pantauan harga oleh Ikappi, kenaikan harga telur tertinggi menyentuh angka Rp 40.000/kg di wilayah bagian timur luar Jawa. Sementara di pulau Jawa dan Jabodetabek harga telur tertinggi mencapai Rp 31.000-34.000/kg. 

Baca Juga: Kemendag Blusukan di Pasar Beringharjo, Harga Bapok Stabil Kecuali Telur

"Kami berharap agar Pemerintah dapat melakukan upaya dan antisipasi agar kenaikan harga telur tidak terus naik," kata Reynaldi dalam keterangannya, Kamis (18/5). 

Menurutnya ada dua hal yang membuat kenaikan harga telur. Pertama, karena faktor kenaikan harga pakan yang menaikkan harga produksi di tingkat peternak. 

Kedua, proses distribusi yang tidak sesuai dengan kebiasaan. Menurutnya belakangan ada kenaikan permintaan telur di luar permintaan yang ada di pasar. Sehingga supply dan demand di pasar terganggu dan menyebabkan harga terus merangkak naik. 

Baca Juga: Ini Komoditas Pangan yang Perlu Dijaga untuk Menjangkar Inflasi Pangan

"Sebagai catatan bahwa kami melihat ada beberapa permintaan yang cukup tinggi di beberapa instansi atau beberapa elemen atau beberapa lembaga, perorangan yang menyebakan supply di pasar terganggu," ungkap Reynaldi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×