kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Harga ikan turun efek penanganan illegal fishing


Senin, 01 Desember 2014 / 17:07 WIB
Harga ikan turun efek penanganan illegal fishing
ILUSTRASI. Twibbon ASEAN Dengue Day 2023.


Sumber: Kompas.com | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Meski harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi naik pada pertengahan November 2014, indeks harga konsumen tidak melompat terlalu tinggi. 

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin menuturkan, selain kenaikan harga BBM terjadi pada waktu yang tepat, sejumlah faktor pun turut menghambat kenaikan inflasi. Salah satunya adalah komoditas ikan segar. 

"Andil terhadap inflasi adalah minus 0,02%. Penurunan harga ikan segar sebesar 0,37%," kata Suryamin, Senin (1/12/2014).

Suryamin mengatakan, penurunan harga ikan segar dipengaruhi oleh faktor musim sehingga pasokan di beberapa daerah cukup. "Kami menduga juga ini (karena) adanya pelarangan illegal fishing, (dari sebelumnya) langsung diekspor, sekarang ditahan. Produksinya kan harus dijual, dan masuklah ke (pasar) dalam negeri. Harga menjadi turun," lanjut Suryamin.

Dia pun menyatakan, kebijakan terhadap penanganan illegal fishing sudah memberikan dampak sehingga terjadi penurunan harga pada ikan segar. Di samping itu, Suryamin juga mengatakan, komoditas daging ayam ras dan emas perhiasan menjadi faktor penghambat inflasi untuk November 2014, masing-masing menyumbangkan 0,02%.

Harga daging ayam ras turun 1,27% karena pasokan yang melimpah dari sentra produksi. Sementara itu, harga emas perhiasan turun 1,64%. (Estu Suryowati)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×