kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.068.000   40.000   1,32%
  • USD/IDR 16.866   46,00   0,27%
  • IDX 8.396   124,32   1,50%
  • KOMPAS100 1.183   18,77   1,61%
  • LQ45 848   12,48   1,49%
  • ISSI 300   4,67   1,58%
  • IDX30 445   8,19   1,88%
  • IDXHIDIV20 530   8,41   1,61%
  • IDX80 132   1,86   1,43%
  • IDXV30 145   1,60   1,12%
  • IDXQ30 143   2,42   1,73%

Harga Hortikultura Turun, Nilai Tukar Petani Menyusut pada Januari 2026


Senin, 02 Februari 2026 / 15:48 WIB
Harga Hortikultura Turun, Nilai Tukar Petani Menyusut pada Januari 2026
ILUSTRASI. Panen Cabai Rawit (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai tukar petani (NTP) mengalami penurunan pada Januari 2026. Secara bulanan (month to month/mtm), NTP turun 1,40% menjadi 123,60. Turunnya NTP ini, menunjukkan menurunnya daya beli atau kesejahteraan petani.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan, penurunan NTP tersebut dipicu oleh melemahnya indeks harga yang diterima petani (It). Pada Januari 2026, It tercatat turun 1,85% menjadi 155,02.

“Penurunan indeks harga yang diterima petani ini lebih tajam dibandingkan dengan penurunan indeks harga yang dibayar petani (Ib), yang turun 0,45% menjadi 125,42,” ujar Ateng dalam konfrensi pers, Senin (2/2/2026).

Baca Juga: Nilai Impor Desember 2025 Naik Jadi US$ 23,83 Miliar, Terdongkrak Impor Barang Modal

Ateng menyebut, sejumlah komoditas utama menjadi penyumbang penurunan It nasional, di antaranya cabai rawit, bawang merah, cabai merah, dan gabah. Sementara itu, komoditas yang dominan memengaruhi penurunan Ib nasional meliputi cabai merah, cabai rawit, bawang merah, serta bensin.

BPS mencatat, jika dilihat berdasarkan subsektor, penurunan NTP terdalam terjadi pada subsektor tanaman hortikultura. Nilai tukar petani hortikultura (NTPH) anjlok dari 138,70 pada Desember 2025 menjadi 119,62 pada Januari 2026.

“Subsektor hortikultura mengalami penurunan sebesar 13,76%. Hal ini disebabkan oleh penurunan indeks harga yang diterima petani hortikultura sebesar 14,08%, sementara indeks harga yang dibayar petani hanya turun 0,37%,” jelas Ateng.

BPS mencatat, komoditas hortikultura yang dominan memengaruhi penurunan It pada subsektor tersebut antara lain cabai rawit, bawang merah, cabai merah, dan wortel.

Di sisi lain, BPS mencatat kinerja yang berbeda pada subsektor perikanan. Nilai tukar nelayan (NTN) justru mengalami kenaikan sebesar 2,51% pada Januari 2026. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan It sebesar 2,24%, sementara Ib turun 0,26%.

“Komoditas yang dominan memengaruhi peningkatan indeks harga yang diterima nelayan antara lain ikan cakalang, layang, tongkol, kembung, serta cumi-cumi,” pungkas Ateng.

Baca Juga: Nilai Impor Indonesia Capai US$ 241,86 Miliar di 2025, Naik 2,83%

Selanjutnya: PPATK Temukan Dana Mencurigakan Rp 2,49 T, Industri Tekstil Desak Bongkar Mafia Impor

Menarik Dibaca: Tatjana dan Fadi Alaydrus Jadi Perbincangan Netizen dalam Drama Tiba-Tiba Brondong

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×