kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

BPS Catat Nilai Tukar Petani Naik Jadi 125,35 Pada Desember 2025


Senin, 05 Januari 2026 / 17:29 WIB
BPS Catat Nilai Tukar Petani Naik Jadi 125,35 Pada Desember 2025
ILUSTRASI. BPS melaporkan Nilai Tukar Petani (NTP) per Desember 2025 naik 1,05% menjadi 125,35, mencerminkan peningkatan daya beli petani.


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada Desember 2025 sebesar 125,35, atau naik 1,05% dibandingkan November 2025. Kenaikan ini mencerminkan peningkatan daya beli petani secara umum.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini menjelaskan bahwa kenaikan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima petani (IT) meningkat 2,08%, lebih tinggi dibandingkan kenaikan indeks harga yang dibayar petani (IB) yang tercatat 1,02%.

Meski secara nasional NTP meningkat, BPS mencatat terdapat sejumlah komoditas yang menekan indeks harga yang diterima petani.   

"Komoditas yang dominan memengaruhi penurunan indeks harga yang diterima petani nasional adalah gabah, cabai rawit, kakao atau biji coklat, dan ayam ras pedaging," ungkap Pudji dalam konferensi pers, Senin (5/1/2026)

Baca Juga: Tekanan Ekspor Bisa Menekan Surplus Neraca Dagang Indonesia di 2026

Jika dilihat berdasarkan subsektor, subsektor tanaman perkebunan rakyat mencatat penurunan NTP terdalam, yakni sebesar 1,25% pada Desember 2025. Penurunan ini terjadi karena IT pada subsektor tersebut turun 0,14%, sementara IB justru meningkat 1,13%.

Adapun komoditas yang dominan memengaruhi penurunan IT pada subsektor tanaman perkebunan rakyat antara lain tebu, kelapa sawit, kelapa, dan biji jambu mete.

Sementara itu, nilai tukar nelayan (NTN) pada Desember 2025 tercatat naik 0,36%. Kenaikan NTN terjadi karena IT nelayan meningkat 1,21%, lebih tinggi dibandingkan kenaikan IB sebesar 0,85%.

Pudji menyebutkan, komoditas perikanan yang dominan mendorong peningkatan IT nelayan antara lain ikan tongkol, cakalang, kembung, dan layang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×