kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.549.000   34.000   1,35%
  • USD/IDR 16.781   21,00   0,13%
  • IDX 8.934   74,42   0,84%
  • KOMPAS100 1.226   8,17   0,67%
  • LQ45 865   5,28   0,61%
  • ISSI 322   1,78   0,55%
  • IDX30 443   0,30   0,07%
  • IDXHIDIV20 516   -0,09   -0,02%
  • IDX80 136   0,92   0,68%
  • IDXV30 143   1,50   1,06%
  • IDXQ30 142   -0,22   -0,16%

BPS Catat Nilai Tukar Petani Naik Jadi 125,35 Pada Desember 2025


Senin, 05 Januari 2026 / 17:29 WIB
BPS Catat Nilai Tukar Petani Naik Jadi 125,35 Pada Desember 2025
ILUSTRASI. BPS melaporkan Nilai Tukar Petani (NTP) per Desember 2025 naik 1,05% menjadi 125,35, mencerminkan peningkatan daya beli petani.


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada Desember 2025 sebesar 125,35, atau naik 1,05% dibandingkan November 2025. Kenaikan ini mencerminkan peningkatan daya beli petani secara umum.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini menjelaskan bahwa kenaikan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima petani (IT) meningkat 2,08%, lebih tinggi dibandingkan kenaikan indeks harga yang dibayar petani (IB) yang tercatat 1,02%.

Meski secara nasional NTP meningkat, BPS mencatat terdapat sejumlah komoditas yang menekan indeks harga yang diterima petani.   

"Komoditas yang dominan memengaruhi penurunan indeks harga yang diterima petani nasional adalah gabah, cabai rawit, kakao atau biji coklat, dan ayam ras pedaging," ungkap Pudji dalam konferensi pers, Senin (5/1/2026)

Baca Juga: Tekanan Ekspor Bisa Menekan Surplus Neraca Dagang Indonesia di 2026

Jika dilihat berdasarkan subsektor, subsektor tanaman perkebunan rakyat mencatat penurunan NTP terdalam, yakni sebesar 1,25% pada Desember 2025. Penurunan ini terjadi karena IT pada subsektor tersebut turun 0,14%, sementara IB justru meningkat 1,13%.

Adapun komoditas yang dominan memengaruhi penurunan IT pada subsektor tanaman perkebunan rakyat antara lain tebu, kelapa sawit, kelapa, dan biji jambu mete.

Sementara itu, nilai tukar nelayan (NTN) pada Desember 2025 tercatat naik 0,36%. Kenaikan NTN terjadi karena IT nelayan meningkat 1,21%, lebih tinggi dibandingkan kenaikan IB sebesar 0,85%.

Pudji menyebutkan, komoditas perikanan yang dominan mendorong peningkatan IT nelayan antara lain ikan tongkol, cakalang, kembung, dan layang.

Selanjutnya: Fantastis! Seekor Tuna Sirip Biru Laku Rp54 Miliar di Lelang Ikan Tokyo

Menarik Dibaca: Hujan Amat Deras di Provinsi Ini, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (6/1)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×