kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.679   93,00   0,53%
  • IDX 6.473   -250,02   -3,72%
  • KOMPAS100 859   -34,03   -3,81%
  • LQ45 639   -19,25   -2,93%
  • ISSI 234   -9,10   -3,74%
  • IDX30 362   -8,92   -2,40%
  • IDXHIDIV20 448   -6,99   -1,53%
  • IDX80 98   -3,58   -3,52%
  • IDXV30 127   -2,57   -1,98%
  • IDXQ30 117   -2,22   -1,86%

Rupiah Tertekan, Purbaya Perkuat Intervensi Pasar Surat Utang


Senin, 18 Mei 2026 / 13:36 WIB
Rupiah Tertekan, Purbaya Perkuat Intervensi Pasar Surat Utang
ILUSTRASI. Pemerintah menjamin fundamental ekonomi Indonesia kuat. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah memastikan gejolak di pasar keuangan domestik, termasuk pelemahan rupiah dan tekanan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), masih bersifat jangka pendek dan dipengaruhi sentimen pasar.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kondisi fundamental ekonomi Indonesia tetap dalam kondisi baik sehingga pemerintah optimistis volatilitas pasar dapat segera dikendalikan.

"Nggak apa-apa nanti kita perbaiki. Fondasi ekonominya kan bagus. Itu masalah sentimen yang agak pendek," ujar Purbaya kepada awak media di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Senin (18/5/2026).

Menurut dia, pemerintah saat ini fokus menjaga stabilitas fundamental ekonomi agar aktivitas ekonomi nasional tidak terganggu di tengah tekanan pasar global maupun arus keluar modal asing.

Baca Juga: Pemerintah Perluas Pemanfaatan Pajak Rokok untuk Berantas Rokok Ilegal

Purbaya mengatakan pemerintah juga mulai melakukan langkah stabilisasi di pasar obligasi untuk menjaga kepercayaan investor, khususnya investor asing yang memegang surat utang.

"Nanti kita juga akan masuk ke bond market, mulai hari ini. Himbara juga sudah masuk tapi hanya sedikit. Mulai hari ini akan kita masuk dengan lebih signifikan lagi," katanya.

Ia menjelaskan intervensi di pasar obligasi dilakukan agar harga obligasi tetap terkendali sehingga investor asing tidak melepas kepemilikannya akibat kekhawatiran mengalami capital loss.

Menurut Purbaya, langkah menjaga stabilitas pasar obligasi juga akan membantu menopang pergerakan nilai tukar rupiah yang belakangan mengalami tekanan.

"Itu sekarang kan bisa membantu pergerakan rupiah sedikit," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×