kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.537   37,00   0,21%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Harga beras naik, pemerintah duga ada spekulan


Selasa, 31 Agustus 2010 / 11:19 WIB


Reporter: Martina Prianti | Editor: Edy Can

JAKARTA. Harga beras kian tak sedap. Harganya terus membumbung tinggi. Pemerintah menduga kenaikan harga beras akibat ulah para spekulan.

Sebab, Menteri Pertanian Suswono mengatakan, pasokan beras tetap lancar hingga saat ini. Dia mencatat, Pasar Induk Cipinang setiap harinya menerima 2.000 ton hingga 4.000 ton per hari."Jadi tidak ada masalah sisi produksinya meski memang betul ada beberapa yang kena puso," katanya usai mengikuti rapat di kantor menteri koordinator perekonomian, Selasa (31/8).

Bukan hanya itu, stok beras Bulog juga cukup yakni sebesar 1,4 juta ton. "Stok Bulog kecil, jadi pedagang berani memainkan harga," kata Suswono

Suswono mengatakan, Bulog tidak bisa menyerap beras lagi karena harganya sudah melebihi Harga Pembelian Pemerintah (HPP). "Karena Bulog idealnya menyerap saat bulan Februari-Maret dimana saat panen raya harga beras dibawah HPP," lanjutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×