CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   -17.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.529   -129,00   -0,73%
  • IDX 6.678   -8,24   -0,12%
  • KOMPAS100 877   0,02   0,00%
  • LQ45 664   -1,33   -0,20%
  • ISSI 234   0,36   0,15%
  • IDX30 369   -2,14   -0,58%
  • IDXHIDIV20 457   -1,61   -0,35%
  • IDX80 100   -0,15   -0,15%
  • IDXV30 127   -0,14   -0,11%
  • IDXQ30 118   -0,39   -0,33%

Harga beras di penggilingan, grosir, & eceran naik


Selasa, 02 Januari 2018 / 14:05 WIB


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, harga beras di bulan Desember baik di tingkat penggilingan, grosir, maupun eceran meningkat dibanding bulan sebelumnya. Hal ini menjadi penyebab utama inflasi Desember.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, gabah kering panen baik di tingkat petani maupun di tingkat penggilingan naik masing-masing 2,69% dan 2,62% dibanding bulan sebelumnya. Begitu pula dengan gabah kering giling baik di tingkat petani maupun di tingkat penggilingan, meski kenaikannya tipis masing-masing sebesar 0,22% dan 0,01%.

"Bulan ini musim tanam. Sementara musim panen terjadi di Januari-Maret," kata Suhariyanto, Selasa (2/1).

Tak hanya harga gabah, harga beras pun ikut naik. Di tingkat penggilingan, harga beras medium naik 2,66%, harga beras kualitas rendah naik 2,98%, dan kualitas premium naik 3,37%.

Dengan kenaikan harga gabah di tingkat petani dan penggilingan serta kenaikan harga beras di tingkat penggilingan, BPS mencatat harga beras di tingkat grosir juga naik 1,48% dan di tingkat eceran naik 1,84% dibanding November 2017. "Makanya beras jadi salah satu komoditas penyumbang inflasi," tambah dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×