CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 17.962   17,00   0,09%
  • IDX 6.232   56,24   0,91%
  • KOMPAS100 823   8,72   1,07%
  • LQ45 628   5,84   0,94%
  • ISSI 214   2,70   1,27%
  • IDX30 354   2,95   0,84%
  • IDXHIDIV20 440   1,97   0,45%
  • IDX80 94   1,10   1,18%
  • IDXV30 118   0,63   0,54%
  • IDXQ30 114   0,48   0,43%

Harga BBM tidak juga turun, KPPU mulai selidiki dugaan monopoli


Jumat, 15 Mei 2020 / 10:59 WIB
ILUSTRASI. Pengisian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Jakarta, Senin (1/7). Data Asosiasi Umum Indonesia (AAUI), industri asuransi umumkmengumpulkan premi dari asuransi energi sebesar Rp 77,72 miliar perkuartal I 2019. Naik 20,3% dibandingkan kuartal I tahun lalu. K


Reporter: Abdul Basith | Editor: Noverius Laoli

Berbeda dengan Indonesia, harga BBM di sejumlah negara di ASEAN telah menunjukkan penurunan. Vietnam dan Malaysia menurunkan harga BBM sekitar 38% sejak Februari 2020 lalu.

"KPPU menduga terdapat koordinasi antar pelaku usaha di Indonesia secara bersama-sama untuk tidak menurunkan harga BBM non subsidinya," terang Guntur.

Baca Juga: Kembangkan SPBU mini melalui Pertashop, Pertamina bidik tambahan 20 titik

Guntur juga menegaskan akan memperhatikan sifat struktur pasar oligopolistik. Jumlah pelaku usaha yang terbatas dinilai menimbulkan potensi pelanggaran persaingan usaha yang tinggi.

Begitu pula dengan posisi PT Pertamina (Persero) yang berpotensi munculnya fenomena price leadership. Hal itu dikarenakan perusahaan pelat merah itu menguasai 98,3% pasar BBM berdasarkan jumlah SPBU yang dimiliki.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×