kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Harga Ayam Melonjak Jelang Ramadan, Sebagian Pasar Capai Rp 48.000 Per Kg


Minggu, 15 Februari 2026 / 16:27 WIB
Harga Ayam Melonjak Jelang Ramadan, Sebagian Pasar Capai Rp 48.000 Per Kg
ILUSTRASI. Strategi Pemprov DKI Hadapi Mahalnya Harga Ayam (KONTAN/Fransiskus Simbolon)


Reporter: Hervin Jumar | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga daging ayam ras kembali merangkak naik menjelang Ramadan 1447 Hijriah. Pada sejumlah wilayah di Indonesia telah menyentuh bahkan melampaui Harga Acuan Pembelian (HAP) tertinggi Rp40.000 per kilogram.

Di pasar tradisional, lonjakannya lebih terasa. Di Pasar Tradisional Serpong, harga ayam potong sudah mencapai Rp48.000 per kg. 

Salah satu pedagang, Hadi, mengatakan kenaikan mulai terjadi sejak akhir pekan lalu. Sebelumnya harga masih di kisaran Rp 40.000 per kg, kemudian melonjak Rp 5.000–Rp 10.000 dalam hitungan hari. 

Baca Juga: Candaan Menkeu Purbaya di Wisuda UI: Gaji Kecil, Tapi Ada Jabatan Komisaris!

“Akhir-akhir ini harga daging ayam Rp.48.000 per kilo, sebelumnya masih Rp.40.000,” ujar Hadi saat ditemui Kontan, Minggu (15/2/2026). Ia memprediksi tren naik belum berhenti. Mengacu pola tahun lalu, harga berpotensi naik Rp 2.000 setiap dua hari dan bisa menembus Rp 50.000 per kg dalam waktu dekat jika permintaan terus meningkat.

Sebagian konsumen menilai kenaikan masih dalam batas toleransi. Ibu rumah tangga, Tyas, yang berbelanja di pasar tersebut, mengaku harga di pasar tradisional relatif lebih terjangkau dibanding ritel modern, sehingga tetap memilih berbelanja di pasar meski harga naik.

“Menurut saya sih mending, enggak begitu naik ketimbang di supermarket yang justru mahal,” kata Tiyas.

Berdasarkan data panel harga konsumen Badan Pangan Nasional (Bapanas) per Minggu (15/2/2026) pukul 15.00 WIB mencatat rata-rata nasional daging ayam ras di level Rp 40.572 per kg, turun tipis Rp40 atau 0,10% dibanding hari sebelumnya.

Secara nasional harga memang masih di sekitar HAP, tetapi disparitas di lapangan menunjukkan sebagian pasar sudah jauh di atas acuan.

Sebelumnya, Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman, menyatakan pemerintah mengawasi ketat pergerakan harga. 

Ia mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto secara rutin memantau perkembangan harga daging dan ayam, bahkan disebut beberapa kali dalam sehari menanyakan kondisi harga menjelang hari besar keagamaan.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Rayu Lulusan UI Jadi Aspri: Gajinya Lumayan Besar!

“Sekali lagi setiap kami pertemuan dan bahkan Bapak Presiden kami pernah tiga kali sehari menelpon (menanyakan) harga daging harga ayam,” kata Amran dalam acara Gerakan Pangan Murah (GPM) di kantor Bapanas, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Amran menekankan kepada seluruh pihak, terutama pengusaha penggemukan sapi (feedloter), rumah pemotongan hewan (RPH), hingga peternak ayam, untuk tidak menaikkan harga pangan mendekati hari besar seperti Imlek, Ramadhan, dan Idul Fitri.

Amran meminta pelaku usaha, mulai dari penggemukan sapi, rumah potong hewan hingga peternak ayam, mematuhi Harga Eceran Tertinggi (HET). 

“Bila ada yang menjual di atas HET, cari produsennya. Produsennya, dan kalau perlu kasih sanksi berat cabut izinnya,” pungkasnya.

Selanjutnya: Prabowo Puji Kinerja Menteri, Ekonom Ini Bilang Banyak yang Kinerjanya Tidak Terasa

Menarik Dibaca: HP Android Bebas Iklan 2026: Rasakan Nyaman Tanpa Gangguan!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×