kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.944   -29,00   -0,16%
  • IDX 5.999   115,16   1,96%
  • KOMPAS100 778   14,20   1,86%
  • LQ45 588   9,58   1,66%
  • ISSI 208   4,74   2,33%
  • IDX30 333   5,83   1,78%
  • IDXHIDIV20 409   6,49   1,62%
  • IDX80 88   1,57   1,82%
  • IDXV30 111   2,39   2,20%
  • IDXQ30 107   1,91   1,82%

Harga Ayam Anjlok, Bapanas Dorong Bantuan Pangan Digulirkan Lagi


Kamis, 25 Juni 2026 / 18:26 WIB
Harga Ayam Anjlok, Bapanas Dorong Bantuan Pangan Digulirkan Lagi
ILUSTRASI. Penjualan ayam potong di pasar Ciputat, Tangerang Selatan (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Hervin Jumar | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendorong pemerintah kembali menggulirkan program bantuan pangan berupa daging ayam dan telur ayam di tengah tekanan harga yang masih dialami peternak unggas.

Program tersebut dinilai dapat menjadi salah satu instrumen untuk menyerap produksi peternak sekaligus menopang harga di tingkat produsen.

Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy mengatakan, saat ini terdapat selisih yang cukup lebar antara harga ayam yang diterima peternak dengan harga daging ayam yang dibayar konsumen. 

Kondisi itu menjadi salah satu alasan pemerintah mempertimbangkan kembali program bantuan pangan berbasis produk unggas.

Baca Juga: Harga Telur ditingkat Pernak Anjlok, Amran Minta BGN Serap Telur Untuk MBG

"Jadi yang harus kita selesaikan agar harga ayam di tingkat produsen, harganya tidak terlalu jauh dibandingkan dengan harga daging ayam di tingkat konsumen. Saat ini bedanya relatif jauh. Ada usulan bantuan daging ayam dan telur ayam. Ini sangat baik untuk stabilisasi pasokan dan harga daging ayam dan telur ayam," ujar Sarwo dalam keterangan resmi, Kamis (25/6/2026). 

Menurut Sarwo, program bantuan pangan tersebut telah diusulkan masuk dalam kebutuhan anggaran tahun 2027. Namun, pelaksanaannya berpeluang dipercepat apabila pemerintah dan DPR menyetujui revisi anggaran pada tahun ini.

"Tahun 2027 sudah kita usulkan. Tahun ini mungkin kalau dari Komisi IV DPR RI menghendaki revisi anggaran, maka akan dilaksanakan dalam tahun ini," katanya.

Sementara itu, Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono mengatakan, pengalaman pelaksanaan bantuan pangan sebelumnya menunjukkan dampak positif terhadap harga di tingkat peternak. 

Saat program bantuan pangan untuk penanganan stunting dijalankan, pemerintah menyalurkan bantuan kepada 1,4 juta keluarga penerima berupa satu kilogram daging ayam dan 10 butir telur ayam.

Baca Juga: Intervensi Pangan Diproyeksi Tahan Inflasi Mei, Harga Ayam & Telur Turun di Bawah HAP

Program tersebut menyerap sekitar 14.000 ton produk unggas per bulan dan membantu menahan penurunan harga di tingkat peternak. "Sudah cukup bagus menahan harga dan itu diakui oleh para peternak," ujar Maino.

Selain itu, Bapanas juga akan memperkuat penyerapan produk unggas melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar rutin oleh pemerintah daerah. Meski volume serapannya terbatas, kegiatan tersebut dinilai dapat membantu mengurangi tekanan harga secara bertahap.

Bapanas juga berharap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat menjadi sumber permintaan baru bagi peternak rakyat. 

Maino mendorong Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membeli produk unggas langsung dari peternak dengan harga mendekati Harga Acuan Pembelian (HAP).

Menurutnya, skema tersebut telah mulai dijalankan di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Jika diterapkan secara nasional saat operasional MBG kembali normal setelah libur sekolah pada Juli mendatang, penyerapan produk unggas diperkirakan meningkat dan dapat membantu memperbaiki harga di tingkat peternak.

Di sisi lain, Ketua Umum Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo), Kusnan menilai, kondisi peternak rakyat saat ini membutuhkan dukungan konkret dari pemerintah. 

Baca Juga: Harga Pangan Bergejolak, Harga Cabai dan Telur Ayam Melonjak

Menurutnya, tekanan harga membuat banyak peternak menghadapi tantangan untuk mempertahankan usahanya.

"Yang perlu diselamatkan adalah peternak yang kondisinya saat sedang tertekan dan untuk berlanjut agak berat," kata Kusnan.

Sebagai informasi, Bapanas telah mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp 17,8 triliun untuk tahun 2027.

Dalam usulan tersebut, pemerintah memasukkan kembali program bantuan pangan dengan kebutuhan pasokan sekitar 5.780 ton daging ayam dan 8.670 ton telur ayam yang ditujukan bagi 1,45 juta penerima manfaat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×