kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Harapan Kadin terhadap menteri ekonomi di kabinet kerja jilid 2


Jumat, 18 Oktober 2019 / 23:14 WIB
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) bersiap untuk berfoto bersama sebelum acara silaturahmi kabinet kerja di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (18/10/19). Silaturahmi itu juga merupakan ajang perpisahan presiden, wakil pres


Reporter: Venny Suryanto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelantikan Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden terpilih dijadwalkan pada Minggu (20/10) besok. Seiring prosesi tersebut, bursa calon menteri pun turut ramai dibicarakan.

Lalu seperti apa harapan pengusaha mengenai terhadap kabinet kerja jilid 2 mendatang?

Shinta Kamdani, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menjelaskan, menteri-menteri terkait sektor ekonomi di kabinet kerja Jokowi jilid II ini sebaiknya di isi oleh orang-orang yang kompeten atau yang menguasai di bidangnya masing-masing.

Baca Juga: Kabinet Kerja jilid 2, ini harapan Asosiasi Kimia Dasar Anorganik Indonesia (Akida)

Serta memiliki rekaman perjalanan yang bisa meyakinkan pasar, bekerja secara transparan, rasional dalam mengambil kebijakan ekonomi serta menghadapi isu-isu pasar yang dihadapi oleh pelaku usaha dan investor baik dari proses kebijakan hingga komunikasi.

“Karena pelaku usaha butuh kabinet diisi oleh orang-orang yang bisa membangun kepercayaan pasar terhadap iklim usaha dan investasi Indonesia ke depannya,” Kata Shinta kepada Kontan.co.id, Jumat (18/10).

Baca Juga: Euforia Pelantikan Presiden Bikin Kurs Rupiah Hari Ini Menguat Tipis

Shinta menambahkan, untuk menumbuhkan pertumbuhan ekonomi, tak hanya dari kualitas perorangan saja namun menteri-menteri yang akan menjabat lima tahun ke depan juga harus bisa berkonsultasi dengan para pelaku usaha.

Menurutnya, selama ini koordinasi dan komunikasi antara pelaku usaha dengan para menteri masih banyak terhambat karena ego sektoral, tidak terbuka terhadap opini publik dan opini kementerian lainnya sehingga tidak tercipta efisiensi kebijakan dan pelaksanaan yang diharapkan pelaku usaha.

Baca Juga: Hipmi berharap menteri kabinet kerja jilid 2 bisa terjemahkan gagasan besar Jokowi

“Mereka juga harus bisa berkoordinasi satu dengan yang lain secara seamless. Selama ini kita banyak terhambat karena ego sektoral, menteri yang satu dan yang lain sulit atau bahkan tidak mau komunikasi, tidak terbuka terhadap opini publik & opini kementerian lain, sehingga tidak tercipta efisiensi kebijakan dan pelaksanaan yang kita harapkan,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×