kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Haji Ramah Lansia, Hotel Jemaah Dilengkapi Handling Khusus dan Akses Kursi Roda


Senin, 18 Mei 2026 / 18:53 WIB
Haji Ramah Lansia, Hotel Jemaah Dilengkapi Handling Khusus dan Akses Kursi Roda
ILUSTRASI. Fasilitas Kamar Haji Ramah Lansia (KONTAN/Siti Masitoh)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – MAKKAH. Komitmen Pemerintah Indonesia dalam menghadirkan layanan haji yang ramah lansia, disabilitas, dan perempuan terus diwujudkan di lapangan.

Di Sektor 2 Daerah Kerja (Daker) Makkah, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyiapkan berbagai fasilitas dan sistem mitigasi untuk memastikan kenyamanan, kemandirian, serta pemenuhan hak ibadah jemaah lanjut usia.

Baca Juga: BI Geser Kebijakan Jadi Pro Stability Demi Rupiah, Sinyal Kenaikan Suku Bunga Menguat

Koordinator Layanan Lansia dan Disabilitas (Landis) Sektor 2 Daker Makkah, Mohammad Anang Firdaus, mengatakan kesiapan tersebut mencakup penyediaan fasilitas fisik di hotel hingga pemenuhan kebutuhan nonfisik jemaah.

Salah satu fokus utama ialah modifikasi fasilitas kamar dan toilet hotel. Di setiap kamar jemaah lansia telah dipasang handling atau pegangan besi khusus di samping tempat tidur maupun di dalam kamar mandi.

“Fasilitas handling ini dapat dibuka-tutup dan diatur ketinggiannya. Keberadaan pegangan ini sangat penting untuk membantu lansia saat beraktivitas,” ujar Anang kepada tim Media Center Haji (MCH) di Makkah, Minggu (17/5/2026).

Baca Juga: Puncak Haji 2026: Skema Makanan Siap Santap Jamin Jemaah

Menurut Anang, selain memberikan pelayanan prima, pihaknya juga terus mengedukasi jemaah lain yang dalam kondisi sehat agar memiliki kepedulian untuk membantu sesama jemaah yang memiliki keterbatasan gerak.

Untuk mendukung mobilitas jemaah, setiap hotel di Sektor 2 diwajibkan menyediakan minimal 10 kursi roda, di luar bantuan tambahan dari pihak sektor.

Selain itu, akses ramah kursi roda berupa jalur landai (ramp) juga dipastikan tersedia mulai dari area jemaah turun dari bus hingga masuk ke hotel.

Guna memastikan tidak ada jemaah lansia yang terlantar, Tim Landis Sektor 2 juga menjalankan program Visitasi Hotel secara berkala.

Melalui program tersebut, petugas memantau pemenuhan empat kebutuhan utama jemaah lansia.

Baca Juga: Sudah All Out! BI Optimistis Rupiah Menguat ke Kisaran Rp 16.500 pada Mulai Juli 2026

Pertama, kebutuhan biologis, yakni memastikan asupan nutrisi sesuai dengan kondisi kesehatan jemaah. Misalnya, apabila jemaah hanya dapat mengonsumsi bubur, petugas akan memastikan menu tersebut tersedia.

Selain itu, sektor juga mendistribusikan logistik tambahan seperti popok dewasa (pampers), underpad, dan tisu basah untuk mendukung kebutuhan jemaah selama masa tinggal di Makkah.

Kedua, kebutuhan psikologis, yakni memberikan dukungan moral kepada jemaah yang mengalami penurunan semangat. Salah satu bentuk pendampingan dilakukan dengan memfasilitasi panggilan video (video call) dengan keluarga di tanah air bagi jemaah yang merindukan keluarganya.

Ketiga, kebutuhan sosiologis, yakni menjembatani komunikasi dan interaksi antara jemaah lansia dengan jemaah lainnya agar tidak muncul rasa terisolasi atau pengelompokan tertentu.

Terakhir, kebutuhan religi, yakni memastikan seluruh jemaah lansia tetap dapat menjalankan rangkaian ibadah wajib, terutama Umrah Wajib, dengan aman dan nyaman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×