kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.512   -18,00   -0,10%
  • IDX 6.735   -124,36   -1,81%
  • KOMPAS100 896   -19,90   -2,17%
  • LQ45 659   -11,15   -1,66%
  • ISSI 244   -4,20   -1,70%
  • IDX30 372   -4,71   -1,25%
  • IDXHIDIV20 456   -5,92   -1,28%
  • IDX80 102   -1,89   -1,82%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,19   -0,99%

KBIHU Aisyiyah Kembali Jalankan Pasukan Kursi Roda untuk Jemaah Lansia


Selasa, 12 Mei 2026 / 08:13 WIB
KBIHU Aisyiyah Kembali Jalankan Pasukan Kursi Roda untuk Jemaah Lansia
ILUSTRASI. Layanan Kursi Roda Jemaah Haji (KONTAN/Siti Masitoh)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – MADINAH. KBIHU Aisyiyah kembali menjalankan program Pasukan Kursi Roda (Paskuda) untuk memperkuat layanan bagi jemaah haji lanjut usia dan kategori risiko tinggi pada musim haji 2026.

Salah satu penerapan program tersebut dilakukan untuk mendampingi jemaah asal Gunungkidul yang tergabung dalam Kloter YIA 10.

Program Paskuda telah dijalankan selama beberapa tahun sebagai bentuk pendampingan ibadah bagi jemaah yang membutuhkan bantuan mobilitas selama berada di Tanah Suci.

Baca Juga: Layanan Konsumsi Haji 2026 Makin Modern, Distribusi Makanan Dipantau Real-Time

Kehadiran program ini dinilai semakin penting seiring meningkatnya jumlah jemaah lansia dan risiko tinggi dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Pembimbing KBIHU Aisyiyah Faizu Sabani menjelaskan, inisiatif tersebut berkembang setelah pemerintah mencanangkan program Haji Ramah Lansia pada 2023.

Menurut dia, meski kebijakan tersebut telah berjalan, dukungan di lapangan tetap dibutuhkan, terutama dalam aspek pendampingan dan mobilitas jemaah.

“Jumlah jemaah lansia dan risti terus bertambah, sementara fasilitas pendukung pada saat itu masih kurang memadai. Inilah yang melatarbelakangi kami untuk terus konsisten menjalankan Paskuda,” ujar Faizu kepada tim Media Center Haji, Minggu (10/5/2026).

Pada musim haji tahun ini, KBIHU Aisyiyah memperkuat armada dengan membeli enam unit kursi roda baru setelah tiba di Madinah.

Baca Juga: Adahi Siap Layani Dam Jemaah Haji, Kapasitas Potong 400.000 Ekor per Hari

Sementara itu, di Makkah telah tersedia sekitar 12 unit kursi roda yang siap digunakan selama rangkaian ibadah jemaah.

Program Paskuda menawarkan alternatif layanan yang lebih terjangkau dibandingkan jasa sewa kursi roda di Makkah yang tarifnya cenderung tidak menentu.

Jemaah cukup memberikan kontribusi sukarela sekitar 250 riyal Arab Saudi.

Menurut Faizu, kontribusi tersebut bukan sekadar biaya sewa karena kursi roda yang digunakan nantinya dihibahkan atau ditinggalkan di hotel agar dapat dimanfaatkan kembali oleh jemaah umrah setelah musim haji berakhir.

“Banyak kursi roda kami yang pada akhirnya bermanfaat bagi jemaah lain. Setiap unit sudah diberi stiker penanda khusus agar mudah dikenali. Ketika kami kembali ke Tanah Suci untuk umrah, banyak kursi roda kami yang digunakan oleh jemaah. Rasanya bahagia sekali. Ini yang kami sebut investasi,” tambahnya.

Baca Juga: MinyaKita Langka, Bulog Akhirnya Buka Suara

Keunggulan lain program Paskuda adalah tumbuhnya ikatan emosional antarsesama jemaah.

Berbeda dengan jasa pendorong eksternal, tenaga pendorong berasal dari anggota kloter yang sama sehingga proses pendampingan berlangsung lebih akrab dan penuh semangat gotong royong.

Selama mendampingi jemaah lansia, para pendamping juga membantu membimbing doa-doa sepanjang perjalanan ibadah.

Pendampingan spiritual tersebut dinilai menjadi pengalaman tersendiri yang tidak selalu diperoleh melalui layanan umum.

Meski pemerintah telah menambah fasilitas kursi roda, tantangan utama dinilai masih terletak pada keterbatasan jumlah petugas dibandingkan banyaknya jemaah lansia.

Karena itu, kehadiran pendamping dari sesama jemaah menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran ibadah, terutama saat umrah wajib dan puncak haji di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Baca Juga: Polisi Bongkar Markas Judi Online di Jakarta Pusat, Komdigi Angkat Bicara

Faizu menegaskan semangat program Paskuda dirangkum dalam jargon “Senyummu Bahagiaku”.

Menurutnya, kolaborasi antara jemaah, pembimbing, dan petugas lapangan menjadi bagian penting dalam mewujudkan layanan haji yang ramah bagi jemaah lansia dan risiko tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×