kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   25.000   0,97%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Haji 2026: Kemenhaj RI Perbanyak Petugas Perempuan dan Linjam TNI/Polri


Minggu, 11 Januari 2026 / 22:52 WIB
Haji 2026: Kemenhaj RI Perbanyak Petugas Perempuan dan Linjam TNI/Polri
ILUSTRASI. Kedatangan Jamaah Calon Haji di Asrama Haji Pondok Gede (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kementerian Haji dan Umrah resmi membuka pendidikan dan pelatihan (diklat) Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang berlangsung selama 20 hari hingga 30 Januari 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Minggu (11/1/2026).

Tercatat, 1.636 calon PPIH dari berbagai daerah mengikuti diklat tersebut.

Baca Juga: ICW: Pembagian 50:50 Kuota Haji Langgar UU, Rente Bisa Tembus Rp 396 Miliar

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan bahwa untuk keberangkatan haji 1447 H/2026 M, porsi petugas haji perempuan lebih banyak dibanding tahun sebelumnya.

Hal ini sejalan dengan tema haji tahun ini, yakni “Haji Ramah Lansia dan Perempuan”.

“Saya sampaikan bahwa selain ramah lansia, tahun ini juga ada ramah perempuan. Kenapa ramah perempuan? Karena jamaah haji setiap tahun jumlah perempuan lebih banyak,” ujar Irfan dalam sambutannya pada pembukaan diklat.

Dengan meningkatnya jumlah petugas perempuan, termasuk pembimbing ibadah, Irfan berharap kenyamanan bagi jamaah haji perempuan bisa lebih terjamin.

Selain itu, Kemenhaj juga memperbanyak petugas haji bagian pelayanan jamaah (linjam) yang berasal dari TNI/Polri, agar pelayanan di Tanah Suci lebih optimal.

Baca Juga: Dirjen Pajak Bimo Wijayanto Ingatkan Pegawai: Ambil Pajak untuk Diri, Masuk Neraka!

“Tahun 2026 merupakan fase penting dalam penguatan layanan haji nasional. Kita menghadapi perubahan regulasi, penyesuaian sistem layanan di Arab Saudi, serta karakteristik jemaah haji yang semakin beragam dari sisi usia, kondisi kesehatan, dan latar belakang sosial,” jelasnya.

Irfan menambahkan, sebagai kementerian baru yang khusus menangani haji dan umrah, pihaknya menekankan kesiapan petugas yang lebih adaptif, profesional, dan berorientasi pada solusi.

“Semua ini menuntut kesiapan petugas yang lebih adaptif, lebih profesional, dan lebih berorientasi pada solusi,” tandasnya.

Selanjutnya: Asuransi Properti Diproyeksi Jadi Penyumbang Premi Utama Industri Asuransi Umum 2026

Menarik Dibaca: Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (12/1) Jabodetabek, Hujan Lebat di Daerah Ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×