kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Gunung Slamet kembali meletus 8 kali


Rabu, 17 September 2014 / 20:59 WIB
Gunung Slamet kembali meletus 8 kali
ILUSTRASI. Lidah buaya adalah salah satu obat jerawat alami.


Sumber: Kompas.com | Editor: Uji Agung Santosa

SEMARANG. Aktivitas vulkanik Gunung Slamet yang sempat berangsur normal kini kembali bergeliat. Dalam pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Rabu (17/9/2014) hari ini, telah terjadi delapan kali letusan abu vulkanik dengan ketinggian 1.000 meter. 

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Desa Gambuhan, Sudrajat, mengatakan, Gunung Slamet mengalami letusan sebanyak delapan kali dengan abu hitam yang cukup tebal dari pukul 06.00 WIB hingga 12.00 WIB. Saat terjadi letusan, suasana langit di atas Gunung Slamet dalam keadaan cerah serta dengan embusan angin yang tenang. 

Dari sisi kegempaan, kata Sudrajat, tercatat Gunung Slamet mengalami 51 kali gempa embusan dan dua kali gempa tremor harmonik. Gunung tersebut hingga kini masih berstatus Siaga. 

"Kegempaan, 51 kali gempa embusan am 2-20 mm lg 10-40 derajat, 8 kali gempa letusan am 50-85 mm lg 45-183 derajat, dan 2 kali gempa tremor harmonik amk 5-12 mm lg 25-40 derajat," papar Sudrajat. 

Sementara itu, aktivitas pada pukul 00.00 WIB–06.00 WIB, Gunung Slamet hanya mengalami satu kali gempa embusan dan tak mengeluarkan asap. Saat dini hari, cuacanya dilaporkan cerah dan angin berembus tenang. 

Sementara itu, dalam catatan Badan SAR Nasional Kota Semarang, pada pukul 10.30 WIB, Gunung Slamet mengalami erupsi membentuk cendawan hitam dengan ketinggian antara 1.000 hingga 1.500 meter. Letusan kedua, ketiga, dan keempat diiringi dengan lontaran batu pijar. 

Pada pukul 10.50 WIB, SAR mencatat telah terpantau awan panas menuruni lereng Gunung Slamet. Letupan terdengar lumayan kuat hingga terpantau di seismik tektonik.(Nazar Nurdin)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×