kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Gubernur BI: UU Jaring Pengaman Sistem Keuangan mendesak


Kamis, 11 Agustus 2011 / 15:34 WIB
Gubernur BI: UU Jaring Pengaman Sistem Keuangan mendesak
ILUSTRASI. Ilustrasi jet tempur Taiwan. REUTERS/Ann Wang


Reporter: Herlina KD | Editor: Edy Can


JAKARTA. Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution mengatakan, Indonesia membutuhkan undang-undang Jaring Pengaman Sistem Keuangan (JPSK). Dia beralasan, krisis manajemen protokol tidak akan cukup ampuh untuk menanggulangi krisis.

"JPSK itu wajib hukumnya, tidak bisa kalau tidak ada," jelasnya seusai sidang kabinet di kantor Presiden Kamis (11/8).

Ia menambahkan, melihat situasi sekarang, memang kondisi ekonomi Indonesia belum berbahaya. Hanya saja, "Kalau sudah sampai pada tingkat yang lebih berat atau yang lebih membahayakan, pasti datang saatnya kita perlu UU JPSK," kata Darmin.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengungkapkan UU JPSK memang penting, sehingga ada pembahasan di pemerintah untuk melanjutkan pembahasan rancangan UU ini. "Tapi kalau (pembahasan UU JPSK) itu belum selesai, bukan berarti kita tidak bisa menyelamatkan. Jadi menurut saya jangan panik," katanya.

Asal tahu saja, pemerintah pernah mengusulkan UU JPSK ke DPR. Namun, usulan tersebut ditolak DPR.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×