Reporter: Siti Masitoh | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 diperkirakan akan lebih tinggi dibanding tahun 2025. Sekedar mengingatkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 mencapai 5,11%.
Head of Macroeconomic and Financial Market Research Permata Bank Faisal Rachman mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 akan mencapai kisaran 5,1% hingga 5,2%.
Meski diperkirakan tumbuh, namun proyeksi tersebut masih di bawah target pemerintah dalam APBN 2026 sebesar 5,4%.
“Pertumbuhan ekonomi Indonesia akan meningkat pada tahun 2026, meskipun dengan beberapa risiko utama yang perlu diperhatikan dengan saksama,” tutur Faisal dalam keterangannya, Kamis (5/2/2026).
Baca Juga: Batas Garis Kemiskinan Naik, BPS: Pengeluaran Rumah Tangga Miskin Rp 3,05 Juta/Bulan
Tahun ini, Faisal melihat risiko utama yang akan mengganggu prospek ekonomi Indonesia secara umum serupa dengan risiko pada tahun 2025. Di bidang eksternal, ketidakpastian yang berasal dari perang dagang global, ketegangan geopolitik, dan pemulihan ekonomi China yang lambat diperkirakan akan terus berlanjut.
Meskipun demikian, Faisal melihat, lingkungan pertumbuhan global yang secara umum tentang menunjukkan tekanan inflasi akan tetap terkendali, memberikan ruang untuk pemotongan suku bunga kebijakan lebih lanjut, meskipun lebih terbatas daripada pada tahun 2025, yang dapat mendukung sentimen risk-on terhadap aset pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
“Oleh karena itu, hal ini dapat mendukung percepatan pertumbuhan sampai batas tertentu,” ungkapnya.
Disisi domestik, ia menyebut menjaga stabilitas politik akan sangat penting. Meskipun masih ada ruang untuk stimulus fiskal dan moneter tambahan, pemerintah dinilai perlu menyeimbangkan dukungan pertumbuhan dengan stabilitas makroekonomi secara hati-hati.
Risikonya meliputi potensi pelebaran defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) di tengah perang dagang yang sedang berlangsung dan permintaan domestik yang kuat, serta defisit fiskal yang lebih tinggi di bawah kebijakan pro-pertumbuhan.
“Ini lebih dikenal sebagai pelebaran defisit kembar,” tambahnya.
Lebih lanjut, Faisal memperkirakan, apabila tekanan eksternal mereda secara signifikan, kondisi politik domestik membaik, dan reformasi struktural yang meningkatkan pasar tenaga kerja mendapatkan daya tarik, sehingga memperkuat kepercayaan konsumen dan bisnis.
Hal ini dapat meningkatkan proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini dari semula kisaran 5,1% hingga 5,2% menjadi sekitar 5,2% hingga 5,3%.
Baca Juga: Meleset dari Target! Tax Ratio 2025 Hanya tercapai 9,3% PDB
Sebaliknya, ia melihat risiko negatif bisa muncul jika pemerintah gagal mencapai keseimbangan yang efektif antara agenda pro-pertumbuhan dan menjaga stabilitas makroekonomi.
Dalam kesempatan berbeda, Kepala Ekonom Andry Asmoro juga memperkirakan, pertumbuhan ekonomi 2026 semestinya akan tumbuh lebih tinggi dari tahun 2025.
Hal ini disebabkan beberapa dorongan, seperti belanja Pemerintah yang terakselerasi dan semestinya bisa lebih cepat tahun pada tahun ini.
“Kemudian didorong investasi domestik yang semestinya lebih besar dengan dorongan dari Danantara, dan ruang konsumsi yang mestinya bisa lebih baik jika belanja Pemerintah bisa diakselerasi,” kata Andry.
Ia memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 bisa tumbuh kisaran 5,2% hingga 2,3%.
Selanjutnya: Dipantau BEI, Begini Pergerakan saham UNIQ, TEBE, dan NASI
Menarik Dibaca: Promo Valentine Indomaret Periode 5-18 Februari 2026, Aneka Cokelat Hemat hingga 30%
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
- Andry Asmoro
- Permata Bank
- Defisit transaksi berjalan
- reformasi struktural
- geopolitik
- defisit fiskal
- Kepercayaan Konsumen
- Risiko Ekonomi Indonesia
- Kepercayaan Bisnis
- Faisal Rachman
- Investasi Domestik
- Perang Dagang Global
- APBN 2026
- Belanja Pemerintah
- Proyeksi Ekonomi 2026
- pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026
- stimulus fiskal moneter
- faktor pendorong ekonomi
- suku bunga kebijakan
- ekonom Indonesia













