kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.804   -26,00   -0,15%
  • IDX 8.248   116,17   1,43%
  • KOMPAS100 1.164   18,29   1,60%
  • LQ45 837   7,24   0,87%
  • ISSI 294   5,78   2,00%
  • IDX30 434   3,06   0,71%
  • IDXHIDIV20 518   -0,53   -0,10%
  • IDX80 130   1,84   1,44%
  • IDXV30 142   0,93   0,66%
  • IDXQ30 140   -0,10   -0,07%

Grafik pemulihan ekonomi Indonesia bisa menyerupai pola U-Shaped


Senin, 20 Juli 2020 / 14:35 WIB
Grafik pemulihan ekonomi Indonesia bisa menyerupai pola U-Shaped
ILUSTRASI. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memprediksi pemulihan ekonomi Indonesia dari serangan wabah corona (Covid-19) akan berjalan lebih lambat dari perkiraan semula.

Menurut Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti, grafik pemulihan ekonomi Indonesia bahkan bisa menyerupai U-Shaped. Padahal, sebelumnya pemerintah dan bank sentral optimistis kalau grafik pemulihan bisa V-Shaped.

"Kita mengalami masa yang sulit karena recovery kita cenderung lebih lambat karena belum melihat puncak penularan Covid-19 di Indonesia," jelas Destry dalam video conference, Senin (20/7).

Baca Juga: BI diperkirakan tidak akan memangkas bunga lagi di tahun ini

Destry pun menerangkan, jumlah kasus positif corona per hari di Indonesia saat ini meningkat pesat dan bahkan mencapai rata-rata 1.000 kasus per hari. Menurutnya, ini juga seiring dengan semakin banyaknya jumlah rapid test yang dilakukan oleh pemerintah..

Namun, Destry menegaskan, kalau hanya melihat perkembangan ekonomi dari sisi bertambahnya jumlah kasus corona tak adil. Menurutnya, kita juga perlu menilik perkembangan fatality rate wabah corona.

"Fatality rate kita semakin menurun dan melandai. Nah, ini merupakan harapan kalau kondisi kesehatan dan perekonomian bisa lebih baik ke depan," katanya.

Baca Juga: Bank Dunia perkirakan tingkat kemiskinan Indonesia tahun ini bisa mencapai 9%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×