kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.534   34,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Golkar tak restui kadernya jadi pembantu Jokowi-JK


Sabtu, 23 Agustus 2014 / 12:15 WIB
ILUSTRASI. PT Kaltim Prima Coal (KPC)


Sumber: Kompas.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Partai Golkar tak akan merestui kadernya yang membantu presiden dan wakil presiden terpilih, Joko Widodo-Jusuf Kalla, dengan masuk dalam kabinet pemerintahan. Sikap tegas itu dikeluarkan berkaitan dengan posisi Golkar yang konsisten berada dalam koalisi pendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa di luar pemerintahan. 

"Aburizal Bakrie enggak akan tanda tangani kader partainya yang masuk dalam kabinet Jokowi-JK karena kita sudah memilih berada di luar, dan kita harus bisa konsisten," kata Wakil Ketua Balitbang DPP Partai Golkar, Ali Mochtar Ngabalin, di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (23/8).

Ngabalin menegaskan, Golkar untuk pertama kalinya memilih berada di luar pemerintahan karena ingin menjadi penyeimbang. Sebab, kata Ngabalin, bukan tidak mungkin pemerintahan Jokowi-JK akan dinodai dengan gaya kepemimpinan otoriter atau praktik koruptif. 

Secara organisasi, Golkar telah menyatakan diri bersama Koalisi Merah Putih untuk berada di luar pemerintahan. Sikap resmi itu diambil dan ditetapkan bersama seluruh elite partai pendukung Prabowo-Hatta pada Kamis (22/8) lalu. ( Indra Akuntono)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×