kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Golkar tak restui kadernya jadi pembantu Jokowi-JK


Sabtu, 23 Agustus 2014 / 12:15 WIB
ILUSTRASI. PT Kaltim Prima Coal (KPC)


Sumber: Kompas.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Partai Golkar tak akan merestui kadernya yang membantu presiden dan wakil presiden terpilih, Joko Widodo-Jusuf Kalla, dengan masuk dalam kabinet pemerintahan. Sikap tegas itu dikeluarkan berkaitan dengan posisi Golkar yang konsisten berada dalam koalisi pendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa di luar pemerintahan. 

"Aburizal Bakrie enggak akan tanda tangani kader partainya yang masuk dalam kabinet Jokowi-JK karena kita sudah memilih berada di luar, dan kita harus bisa konsisten," kata Wakil Ketua Balitbang DPP Partai Golkar, Ali Mochtar Ngabalin, di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (23/8).

Ngabalin menegaskan, Golkar untuk pertama kalinya memilih berada di luar pemerintahan karena ingin menjadi penyeimbang. Sebab, kata Ngabalin, bukan tidak mungkin pemerintahan Jokowi-JK akan dinodai dengan gaya kepemimpinan otoriter atau praktik koruptif. 

Secara organisasi, Golkar telah menyatakan diri bersama Koalisi Merah Putih untuk berada di luar pemerintahan. Sikap resmi itu diambil dan ditetapkan bersama seluruh elite partai pendukung Prabowo-Hatta pada Kamis (22/8) lalu. ( Indra Akuntono)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×