kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.120   -5,00   -0,03%
  • IDX 6.067   29,58   0,49%
  • KOMPAS100 792   4,26   0,54%
  • LQ45 601   -0,98   -0,16%
  • ISSI 210   3,11   1,50%
  • IDX30 340   -0,60   -0,17%
  • IDXHIDIV20 422   -0,84   -0,20%
  • IDX80 90   0,41   0,45%
  • IDXV30 115   0,71   0,62%
  • IDXQ30 109   -0,23   -0,21%

Golkar siap jadi oposisi di pemerintahan baru


Jumat, 07 Februari 2014 / 17:18 WIB
ILUSTRASI. Promo Alfamidi Hemat Satu Pekan Periode 19-25 September 2022.


Sumber: Kompas.com | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso mengatakan, partainya siap jika mesti menjadi oposisi dalam pemerintahan selanjutnya. Menurut Priyo, pihaknya sudah memikirkan jika keluar dalam lingkaran partai koalisi pendukung pemerintah.

"Ya, memang pernah kepikiran (oposisi), dan pada suatu masa Golkar bagus juga kalau uji coba di luar pemerintahan," kata Priyo di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (7/2/2014).

Jika menjadi oposisi, kata Priyo, partainya akan lebih leluasa bersikap kritis pada pemerintah. Kekritisan itu dianggapnya juga akan berdampak baik pada suasana demokrasi di Indonesia. Sikap itu ia anggap bisa saja diambil Golkar, terlebih jika didukung oleh banyak pihak, mulai dari kader sampai masyarakat luas.

"Kalau itu untuk menyehatkan atau mematangkan demokrasi ke depan, Golkar siap saja untuk di posisi sebagai oposisi atau di luar pemerintahan," ujar Wakil Ketua DPR itu.

Seperti diberitakan, Golkar belum pernah berada di luar pemerintahan. Terakhir, Golkar mengambil sikap berkoalisi dalam periode kedua pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Keputusan itu diambil setelah capres-cawapres yang diusung Golkar, yakni Jusuf Kalla-Wiranto kalah dalam Pilpres 2009. (Indra Akuntono)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×