kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Golkar masih 'window shopping' teman koalisi


Rabu, 23 April 2014 / 12:45 WIB
ILUSTRASI. Harga Saham GOTO Anjlok, BBRI Menghijau di Perdagangan Bursa Selasa (29/11). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Sejauh ini peta koalisi partai politik (parpol) masih sangat cair. Partai-partai terus bermanuver menggandeng kawan koalisi menghadapi pertarungan pemilihan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).

Tidak terkecuali partai Golongan Karya (Golkar) yang memilih masih window shopping alias masih melihat-lihat mitra koalisi yang tepat. "Saat ini masih window shopping, sibuk bicara bagi kekuasaan," kata politisi Golkar, Bambang Soesatyo, Rabu (23/4).

Bambang menyebutkan, partai berlambang pohon beringin ini bakal memberikan kepastian berkoalisi setelah rapat pimpinan nasional (rapimnas) awal Mei mendatang. Tak heran jika, Golkar masih percaya diri untuk maju dan mengusung sendiri capresnya yakni Aburizal Bakrie (Ical).

"Saat ini kursi di DPR untuk Golkar sudah mendekati 100 kursi. Kalau nanti bisa tembus 114 kursi kami bisa mengusung capres sendiri atau meminta satu partai berkoalisi," ujarnya.

Memang untuk mengamankan posisi Golkar, setidaknya harus mengaet satu partai. Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) paling santer disebut-sebut bakal menjadi mitra terkuat koalisi Golkar.

Tapi belakangan, Wakil Ketua Golkar Agung Laksono menyebutkan belum ada kepastian koalisi Golkar Hanura. Golkar terus menjajaki berkoalisi dengan partai partai menengah lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×