kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Golkar dinilai ingin jegal sidang Setyo di MKD


Senin, 30 November 2015 / 16:34 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Anggota Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Syarifudin Sudding menilai, tiga anggota MKD dari Golkar sedang bermanuver untuk menghentikan proses penyelidikan perkara pencatutan nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang diduga dilakukan oleh Ketua DPR Setya Novanto.

Manuver itu dilakukan dengan mengusulkan pembentukan panitia khusus (pansus) Freeport.

Selama proses di pansus berjalan, maka penyelidikan yang dilakukan MKD akan terhenti.

"Itu salah satu upaya untuk menghentikan proses di MKD," kata Sudding, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/11/2015).

Sudding mengatakan, tidak ada aturan dalam tata beracara di mana MKD bisa mengeluarkan rekomendasi untuk pembentukan pansus.

Dia menegaskan akan menolak usulan pembentukan pansus tersebut dalam rapat Pleno MKD siang ini.

Politisi Partai Hanura ini menambahkan, sah-sah saja jika DPR hendak membentuk Pansus Freeport.

Namun, rekomendasi tidak perlu datang dari MKD. Proses di pansus juga tak boleh menghalangi proses yang berjalan di MKD.

"Tidak perlu menggeser proses di MKD untuk pembentukan pansus," ucap Sudding.

Usulan pembentukan pansus ini pertama kali disampaikan oleh anggota MKD dari Golkar Ridwan Bae, dan diamini oleh dua anggota MKD dari Golkar lainnya.

Ridwan beralasan proses yang ada di MKD hanya menyangkut pelanggaran kode etik yang dilakukan Novanto.

Sementara itu, kata dia, publik menginginkan kasus ini terang benderang dan semua pihak yang terlibat diungkap.

"MKD bisa melahirkan rekomendasi untuk DPR agar membentuk pansus Freeport. Kita tunggu dulu hasil dari pansus itu," ujar Ridwan.

(Ihsanuddin)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×