kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Gerindra : Isu reshuffle kabinet hanya untuk rekomitmen parpol koalisi


Selasa, 08 Maret 2011 / 21:04 WIB
ILUSTRASI. Karyawan melewati monitor pergerakan angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Plaza Bank Mandiri, Jakarta, Jumat (24/1/2020). Perusahaan yang baru melantai di BEI cenderung terkena auto reject atas (ARA) pada hari perdagangan pertama.


Reporter: Petrus Dabu | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Partai Gerindra menyadari isu perombakan kabinet yang dihembuskan Partai Demokrat belakangan ini hanya instrumen politik untuk mendapatkan rekomitmen dari partai-partai koalisi yang selama ini cendrung tidak sejalan dengan pemerintah.

"Saya sudah mencium gelagat itu beberapa waktu lalu, ini lagu lama syair baru," ujar Ketua Fraksi Partai Gerindra Ahmad Muzani, kepada KONTAN, Rabu (8/3).

Muzani mengatakan, SBY berhasil dengan strateginya itu, dengan menyampaikan anacaman kepada partai koalisi, kini Golkar dan PKS sudah membuat komitmen ulang dengan koalisi. "Itu sudah didapat, partai koalisi sudah setia," ujarnya.

Karena itu, dia meminta agar perombakan kabinet ini jangan diwacanakan terus, sebab menganggu kerja-kerja real pemerintahan.

Dia menegaskan, Partai Gerindra tidak merasa dibohongi SBY. "Kita tidak pernah meminta-minta jabatan, Gerindra akan tetap mandiri," tegasnya.
Menurutnya, sikap Gerindra dalam usulan angket pajak beberapa waktu lalu, bukan karena adanya iming-iming jabatan, tetap murni sikap partai

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×