kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.868.000   -20.000   -0,69%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Pengamat: SBY tidak berani rombak total kabinet


Selasa, 08 Maret 2011 / 20:45 WIB
Gudangada


Reporter: Petrus Dabu | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Pengamat politik Universitas Indonesia Iberamsjah menilai, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak akan berani melakukan perombakan total, yaitu menendang PKS dan Golkar dari koalisi pemerintahan.

"Saya melihat reshuffle akan tetap dilakukan, tetapi SBY tidak akan berani bongkar total,"ujarnya kepada KONTAN, Rabu (8/3).

Menurutnya, ancaman SBY beberapa waktu lalu untuk memberikan sanksi bagi partai koalisi yang cenderung berseberangan dengan pemerintah di parlemen memang sangat serius. "Tetapi begitu Golkar dan PKS tidak takut, SBY jadi melunak,"ujarnya.

Menurutnya, ini memang sudah menjadi karakter kepemimpinan SBY. "Seharusnya, kalau partai-partai itu melawan, dia harus tembak bukan malah ciut," imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian yang merupakan kader PKS, Suswono mengaku tidak takut bila nanti Presiden SBY menggantikan posisinya kepada orang lain. "Persoalan reshuffle itu hak prerogatif presiden, kita harus kita hormati. Saya tidak akan merasa sakit hati, karena begitu saya diangkat menjadi menteri, saya juga setiap saat siap direshuffle," ujarnya.

Dirinya akan tetap bekerja seperti biasa sebagai menteri pertanian selama isu reshuffle berkembang. "Saya masih sebagai menteri, karena itu sepenuhnya saya tetap bekerja keras mensuskeskan program SBY, tidak ada alasan untuk tidak bekerja," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×