kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.818.000   -42.000   -1,47%
  • USD/IDR 17.143   29,00   0,17%
  • IDX 7.493   34,24   0,46%
  • KOMPAS100 1.036   6,95   0,67%
  • LQ45 746   -0,65   -0,09%
  • ISSI 271   2,08   0,77%
  • IDX30 400   -0,73   -0,18%
  • IDXHIDIV20 486   -4,36   -0,89%
  • IDX80 116   0,49   0,43%
  • IDXV30 135   -0,15   -0,11%
  • IDXQ30 128   -1,20   -0,93%

Gerindra: Anggaran perjalanan sebaiknya untuk infrastruktur


Selasa, 26 Juli 2011 / 15:00 WIB
ILUSTRASI. Manfaat buah naga bisa dirasakan tubuh saat dikonsumsi secara rutin.


Reporter: Dwi Nur Oktaviani | Editor: Edy Can

JAKARTA. Partai Gerindra mendesak pemerintah memangkas anggaran perjalanan. Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo mengatakan, anggaran itu sebaiknya dialihkan untuk pendidikan, infrastruktur atau kesehatan.

Gerindra menghitung, anggaran perjalanan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2011 sebesar Rp 20,912 triliun. Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo menilai, angka tersebut sangat fantastis. "Waktu saya melihat angka-angka tersebut saya kaget. Saya pikir ada salah ketik," ujar Hashim, Selasa (26/7).

Hashim menilai, studi banding yang dilakukan DPR tidak efektif. Selain karena waktunya terbilang singkat, dia mengatakan, banyak anggota yang terkendala dalam bahasa.

Karena itu, dia meminta anggaran perjalanan ditinjau lagi. "Dipangkas dana untuk infrastruktur juga bisa. Saya lihat di daerah Kalimantan jalannya hancur habis," tambahnya.

Partai Gerindra merupakan satu-satunya partai yang melarang anggota DPR fraksi Gerindra untuk pergi studi banding ataupun kunjungan kerja ke luar negeri.

Menurut Hashim larangan itu akan dilakukan hingga 2014. Tindakan Gerindra melakukan itu untuk meningkatkan efesiensi anggaran. "Tapi, kalau pakai uang sendiri silahkan. Tapi kalo tujuannya nggak jelas itu haram," tutup Hashim.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×