kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.515.000   27.000   1,09%
  • USD/IDR 16.760   20,00   0,12%
  • IDX 8.859   111,06   1,27%
  • KOMPAS100 1.218   13,00   1,08%
  • LQ45 860   7,77   0,91%
  • ISSI 321   6,07   1,93%
  • IDX30 442   3,55   0,81%
  • IDXHIDIV20 516   4,55   0,89%
  • IDX80 135   1,55   1,16%
  • IDXV30 142   1,46   1,04%
  • IDXQ30 142   1,34   0,96%

Genjot Produksi Beras, Kementan Akan Percepat Rehabilitasi Irigasi


Minggu, 04 Januari 2026 / 13:35 WIB
Genjot Produksi Beras, Kementan Akan Percepat Rehabilitasi Irigasi
ILUSTRASI. Proyek Irigasi (Dok/WSKT)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah terus mempercepat rehabilitasi irigasi untuk mengenjot produksi beras di tahun 2026. 

Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Kementerian Pertanian Hermanto menyampaikan, sepanjang tahun 2025 pemerintah terus melakukan pembangunan, peningkatan, rehabilitasi, serta operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi pertanian secara masif dan terintegrasi.

Hal ini dilakukan mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan, Peningkatan, Rehabilitasi, serta Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi untuk Mendukung Swasembada Pangan Nasional yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto pada 30 Januari 2025.

Baca Juga: YLBHI: KUHP Baru Mundurkan Demokrasi

“Dengan adanya Inpres Nomor 2 Tahun 2025, pemerintah mempercepat perbaikan dan rehabilitasi infrastruktur irigasi pada daerah irigasi yang sekitar 60 persen kondisinya kurang optimal dalam menyediakan air bagi persawahan,” jelas Hermanto dalam keterangan resminya, Minggu (4/12/2026). 

Ia menjelaskan bahwa dari target Inpres tahap pertama seluas 280.880 hektare, pemerintah merealisasikan sebesar 99,93%. Untuk tahap kedua ditargetkan sebesar 225.775 hektare dengan capaian meliputi 83,46 persen pada jaringan irigasi utama; 98,66% pada jaringan irigasi tersier; dan 92,25% pada pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi air tanah (JIAT).

Sedangkan untuk Inpres pada kegiatan tahap ketiga, dari target luasan 146.503 hektare terealisasi pelaksanaan jaringan irigasi utama sebesar 67,67%; realisasi pelaksanaan jaringan irigasi tersier mencapai 87,57% dan untuk pembangunan dan rehab JIAT mencapai 93,91%.

Hermanto mengungkapkan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi dengan berbagai pihak.

Kementerian Pertanian terus melakukan koordinasi dan sinkronisasi intensif dengan Kementerian Pekerjaan Umum, khususnya Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) serta BBWS/BWS di daerah.

Baca Juga: Purbaya Buka Opsi Tarik Sebagian Surplus BI Sebelum Tahun Buku Berakhir

“Capaian ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi lintas sektor, khususnya bersama Kementerian Pekerjaan Umum, serta dukungan kuat dari pemerintah daerah,” tambahnya.

Ke depan, implementasi Inpres 2 Tahun 2025 akan terus dilanjutkan dan diperkuat dengan berbagai kegiatan strategis lain seperti Optimasi Lahan dan Cetak Sawah Rakyat di seluruh wilayah Indonesia sebagai wujud komitmen Kementerian Pertanian dalam menegaskan jalan Indonesia menuju swasembada pangan. 

Sementara itu, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menegaskan dengan dukungan penguatan infrastruktur air, kinerja pangan nasional menunjukkan tren positif dengan produksi beras tahun 2025 mencapai 34,79 juta ton dan stok cadangan beras pemerintah (CBP) menyentuh 3,3 juta ton pada awal 2026.

Amran bilang peningkatan kinerja pangan tersebut tidak terlepas dari langkah strategis Kementerian Pertanian dalam memperkuat fondasi produksi secara menyeluruh. Salah satu fokus utama yang terus didorong adalah penguatan infrastruktur pertanian, khususnya jaringan irigasi, sebagai penopang keberlanjutan produksi sekaligus peningkatan kesejahteraan petani.

Ia menjelaskan bahwa pengelolaan air yang tepat menjadi faktor krusial dalam mendukung keberhasilan sektor pertanian. Ketersediaan air irigasi yang terencana dan berkelanjutan memungkinkan petani mengoptimalkan masa tanam, menekan risiko kekeringan pada musim kemarau, serta meningkatkan produktivitas pertanian secara signifikan.

“Faktor penentu keberhasilan ada pada peningkatan benih dan pupuk, juga dalam ketersediaan air,” kata Amran. 

Selanjutnya: Panduan Cara Mudah Bayar IndiHome via Livin' by Mandiri

Menarik Dibaca: Cara Mudah Mencari Tambahan Penghasilan untuk Kebutuhan yang Mendesak

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×