kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 18.012   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.108   66,24   1,10%
  • KOMPAS100 801   11,17   1,41%
  • LQ45 609   8,67   1,45%
  • ISSI 211   1,35   0,64%
  • IDX30 343   4,64   1,37%
  • IDXHIDIV20 429   6,16   1,46%
  • IDX80 91   1,30   1,44%
  • IDXV30 117   1,58   1,37%
  • IDXQ30 111   1,61   1,48%

Genjot investasi ke Indonesia, pemerintah menaruh harapan pada RCEP


Rabu, 20 November 2019 / 19:30 WIB
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo memimpin Delegasi RI dalam Pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) ke-3 di Bangkok, Thailand, Senin (4 Nov). Sebagai Negara Koordinator, Indonesia menggarisbawahi upaya dan kerja ke


Reporter: Abdul Basith | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menaruh harapan besar pada Kerja Sama Ekonomi Komperhensif Regional (RCEP) untuk menggenjot investasi ke Indonesia.

Pasalnya RCEP ini dinilai berbeda dengan aturan perdagangan bebas biasa. Sebab RCEP, selain dapat meningkatkan akses pasar perdagangan barang dan jasa, juga dapat meningkatkan investasi.

Baca Juga: Setelah bertemu investor Jepang, begini instruksi Jokowi ke Menhub

Direktur Perundingan ASEAN Direktorat Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Donna Gultom mengatakan, Indonesia perlu memperbaiki kebijakan untuk mempermudah investasi.

"Peluang ada di sana, bagaimana mengambil peluang, bagaimana kebijakan memudahkan untuk industri," ujar Donna dalam Forum Merdeka Barat (FMB), Rabu (20/11). 

Donna menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan peta jalan dalam menarik investasi tersebut. Pada peta jalan tersebut akan disusun langkah yang harus dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kemudahan berinvestasi.

Baca Juga: Pemerintah janjikan kemudahan investasi kepada investor Jepang




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×