kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.060   60,00   0,33%
  • IDX 5.704   -236,71   -3,98%
  • KOMPAS100 753   -32,52   -4,14%
  • LQ45 568   -21,24   -3,61%
  • ISSI 198   -8,21   -3,98%
  • IDX30 322   -11,76   -3,52%
  • IDXHIDIV20 401   -11,46   -2,78%
  • IDX80 85   -3,59   -4,04%
  • IDXV30 110   -3,82   -3,36%
  • IDXQ30 104   -3,48   -3,22%

Genjot investasi ke Indonesia, pemerintah menaruh harapan pada RCEP


Rabu, 20 November 2019 / 19:30 WIB
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo memimpin Delegasi RI dalam Pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) ke-3 di Bangkok, Thailand, Senin (4 Nov). Sebagai Negara Koordinator, Indonesia menggarisbawahi upaya dan kerja ke


Reporter: Abdul Basith | Editor: Noverius Laoli

Beberapa hal perlu diperbaiki dalam rangka daya saing investasi. Donna menyebutkan seperti harga gas industri dan bunga bank yang tinggi masih kurang menarik bagi industri.

"Kita punya draf, akan kita bahas menjadi program nasional ke depan," terang Donna.

Baca Juga: Luhut: 30 Investor Jepang lirik proyek di Ibukota baru di Kaltim

Indonesia dinilai memiliki daya tarik investasi bagi negara lain. Oleh karena itu, langkah tersebut perlu didorong dengan adanya kebijakan yang mendukung.

Menurut Donna,perlu mengejar sektor industri manufaktur untuk mengembangkan ekonomi Indonesia. Beberapa sektor dinilai berpotensi masuk ke Indonesia.

Baca Juga: Avanza dan Xpander bersaing ketat, siapa jawaranya?

"Chemical itu Korea masuk di otomotif juga dan Jepang juga masuk di sektor otomotif," jelas Donna.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×