Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Selain itu, beberapa kelompok diketahui memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi akibat influenza. Kelompok tersebut meliputi lansia, ibu hamil, perokok aktif maupun pasif, serta penderita penyakit penyerta seperti asma, penyakit jantung, diabetes, obesitas, dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).
Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengimbau kelompok rentan untuk lebih waspada terhadap gejala influenza dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila kondisi tidak kunjung membaik. Penanganan influenza pada umumnya bersifat suportif, meliputi istirahat cukup, konsumsi cairan, pemenuhan nutrisi seimbang, serta penggunaan obat pereda gejala. Antibiotik tidak dianjurkan kecuali terdapat infeksi bakteri sekunder, sedangkan antivirus diberikan berdasarkan indikasi medis tertentu.
“Masyarakat disarankan segera ke fasilitas kesehatan apabila gejala tidak membaik setelah tiga hari, muncul sesak napas, nyeri dada, penurunan kesadaran, atau kondisi justru memburuk setelah sempat membaik,” pesannya.
Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga menegaskan bahwa langkah pencegahan sederhana tetap menjadi kunci pengendalian influenza. Upaya tersebut antara lain dengan rajin mencuci tangan, menggunakan masker saat sakit, menerapkan etika batuk dan bersin, menjaga kebersihan lingkungan, serta menghindari rokok.
Tonton: BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem 10–11 Januari 2026! Hujan Lebat & Angin Kencang Mengancam
Sebagai bagian dari kewaspadaan dini, layanan pemeriksaan Influenza Like Illness (ILI) tersedia di sejumlah puskesmas di Jakarta, antara lain Puskesmas Tanah Abang, Pademangan, Cengkareng, Kebayoran Lama, dan Duren Sawit.
Selanjutnya: Kemkomdigi Blokir Grok AI, Kenapa Platform X Harus Bertanggung Jawab?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













