kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45686,19   14,05   2.09%
  • EMAS917.000 0,11%
  • RD.SAHAM 0.54%
  • RD.CAMPURAN 0.26%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

Gara-gara kasus pria Jepang, banyak yang cemas soal kemampuan deteksi virus corona RI


Rabu, 26 Februari 2020 / 06:00 WIB
Gara-gara kasus pria Jepang, banyak yang cemas soal kemampuan deteksi virus corona RI

Sumber: The Jakarta Post | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. The Jakarta Post memberitakan, seorang warga negara Jepang dilaporkan positif mengidap COVID-19 atau virus corona setelah mengunjungi Indonesia. Hal ini semakin meningkatkan kekhawatiran tentang kemampuan Indonesia dalam mendeteksi penyebaran virus mematikan itu.

Karena kejadian ini, pihak berwenang Indonesia didesak agar mengambil tindakan cepat untuk mencegah penyebarannya.

Bayu Krisnamurthi, yang mengepalai Komite Nasional Pengendalian Flu Burung dan Kesiapsiagaan Pandemi antara 2006 dan 2010, mengatakan pria Jepang itu bisa menularkan virus ke orang lain di Indonesia melalui tetesan yang dikeluarkan oleh batuk dan bersin.

Baca Juga: Wakil menteri kesehatan Iran: Saya terinfeksi virus corona

“Otoritas kesehatan harus segera mengklarifikasi kasus ini. Seharusnya diasumsikan bahwa virus itu bisa ditularkan oleh orang lain sebelum gejalanya muncul,” kata Bayu kepada The Jakarta Post, Minggu.

Sebelumnya, media Jepang NHK melaporkan, pria Jepang itu berusia 60-an, tinggal di Tokyo dan bekerja di fasilitas perawatan warga senior.

Pria itu mengunjungi fasilitas kesehatan di Jepang pada 12 Februari setelah mengalami "gejala seperti pilek" tetapi dipulangkan setelah ia tidak didiagnosis menderita pneumonia. Dia kemudian bekerja pada 13 Februari, menghabiskan 14 Februari di rumah dan dilaporkan bepergian ke Indonesia dengan keluarganya pada 15 Februari.

Baca Juga: Ini daftar event olahraga internasional yang tertunda gara-gara wabah corona

Laporan NHK tidak merinci jadwal  perjalanan pria tersebut selama di Indonesia.

Lantas, pria itu kembali ke Jepang pada 19 Februari dan segera dirawat di rumah sakit karena kesulitan bernafas. Dia dikatakan dalam "kondisi serius".

Secara terpisah, situs resmi Tokyo Novel Coronavirus Infectious Disease Control Center di Tokyo mengonfirmasi bahwa seorang penduduk Tokyo berusia 60-an telah dinyatakan positif mengidap penyakit virus corona dan gejalanya muncul pada 12 Februari.

Baca Juga: Pria Jepang postif virus corona setelah dari Bali, Kemenkes: Itu bukan Covid-19

Rilis ini tidak menyebutkan riwayat perjalanan ke Indonesia. Hanya saja, pria itu belum pernah ke China dalam 14 hari sebelumnya. Keadaan pasien terdaftar dalam kondisi serius.

Pria itu adalah kasus ke-29 COVID-19 yang tercatat di Tokyo.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×