kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.966   -7,00   -0,04%
  • IDX 6.042   158,05   2,69%
  • KOMPAS100 788   24,13   3,16%
  • LQ45 595   16,69   2,89%
  • ISSI 209   5,51   2,71%
  • IDX30 337   9,52   2,91%
  • IDXHIDIV20 413   10,97   2,73%
  • IDX80 89   2,61   3,01%
  • IDXV30 112   3,14   2,89%
  • IDXQ30 108   3,10   2,96%

Gara-gara corona, pemerintah prediksi pertumbuhan ekonomi di bawah 5% pada semester I


Selasa, 17 Maret 2020 / 19:16 WIB
ILUSTRASI. Warga memilih barang kebutuhan di pusat perbelanjaan di Jakarta, Selasa (28/01). Pemerintah menyatakan pertumbuhan ekonomi di paruh pertama tahun ini berada di bawah 5%. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menyatakan pertumbuhan ekonomi di paruh pertama tahun ini berada di bawah 5%. Dampak virus corona terhadap perekonomian domestik dinilai tidak bisa terelakkan. 

Utamanya dari sisi konsumsi rumah tangga yang melempem biarpun pemerintah sudah memberi  stimulus ekonomi.

Baca Juga: Pelipur lara di tengah wabah corona, R&I menaikkan rating utang Indonesia

“Untuk kuartal I-2020 sampai kuartal II-2020 berat untuk mencapai 5%,” kata Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan, Menko Perekonomian, Iskandar kepada Kontan.co.id, Selasa (17/3).

Iskandar juga sudah memperhitungkan efektivitas stimulus I-II yang digelontorkan untuk jaga ekonomi dalam negeri di tengah wabah pandemik tersebut. 

Namun demikian, stimulus fiskal yang ditaksir mencapai Rp 33,25 triliun beserta stimulus non-fiskal diyakini dapat menjaga pertumbuhan ekonomi semester I-2020 untuk tidak terjun bebas. 

Baca Juga: Jakarta miliki kasus positif corona terbanyak bisa tetapkan status tanggap darurat

Setali tiga uang, konsumsi rumah tangga sebagai kontributor utama pertumbuhan ekonomi akan tetap moderat. Apalagi Presiden Joko Widodo menginstruksikan agar Kementerian Keuangan (Kemenkeu) segera menggelontorkan anggaran sebanyak Rp 40 triliun guna menggerek daya beli masyarakat.

Anggaran ini berasal dari realokasi anggaran perjalanan dinas, rapat, dan lain sebagainya.




TERBARU

[X]
×