kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.809.000   -16.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.222   -19,00   -0,11%
  • IDX 7.107   -22,97   -0,32%
  • KOMPAS100 961   -5,51   -0,57%
  • LQ45 687   -4,03   -0,58%
  • ISSI 257   -1,74   -0,67%
  • IDX30 379   -2,57   -0,67%
  • IDXHIDIV20 465   -6,38   -1,35%
  • IDX80 108   -0,59   -0,55%
  • IDXV30 136   -1,32   -0,96%
  • IDXQ30 121   -1,18   -0,97%

Gara-gara corona, pemerintah prediksi pertumbuhan ekonomi di bawah 5% pada semester I


Selasa, 17 Maret 2020 / 19:16 WIB
ILUSTRASI. Warga memilih barang kebutuhan di pusat perbelanjaan di Jakarta, Selasa (28/01). Pemerintah menyatakan pertumbuhan ekonomi di paruh pertama tahun ini berada di bawah 5%. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Tendi Mahadi

Di sisi lain, Iskandar bilang investasi langsung atau foregn direct investment (FDI) juga sulit digenjot mengingat perekonomian global lesu. Lantas demand investasi masih sepi. 

Alhasil kemungkinan pertumbuhan ekonomi dalam enam bulan pertama di 2020 berada di level 4% ambang atas. 

Baca Juga: Gara-gara wabah virus corona konsumsi listrik bakal menurun, kok bisa?

Kepala Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah memprediksi pertumbuhan ekonomi pada semester I-2020 berada di rentang 4%-4,5%. Alasannya pertumbuhan konsumsi akan melambat. Sebagian masyarakat telah mengalami penurunan income dan daya beli.

“Stimulus yang digelontorkan pemerintah tidak cukup untuk menahan perlambatan ekonomi yang begitu besar akibat korona,” kata Piter kepada Kontan.co.id, Selasa (17/3). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×